Wali Kota Banjar Tebar Ratusan Ribu Benih Ikan Nilem di Situ Leutik

KAMIS, 16 MARET 2017

BANJAR — Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Dr. Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip, M.Si., memberikan ultimatum larangan penangkapan ikan dengan jala, setrum, dan racun di Situ Leutik, yang berada di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat. Selain merusak ekosistem, pelaku penangkapan dengan cara di jala, setrum, dan racun dinilai sebagai perusak berkembangnya ikan.

Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih, saat penebaran  ikan nilem di Situ Leutik.

“Penangkapan ikan tak ramah dengan alat setrum maupun menebar racun seperti potasium sangat merugikan dan membahayakan kelestarian ikan serta lingkungan. Makanya, cara ini kita larang keras,” kata Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih, usai penebaran sekitar lima ratus ribu benih ikan nilem di Situ Leutik, Kamis (16/3/2017).

Ditegaskan, pelaku penangkapan ikan dengan alat jala, setrum, dan racun di wilayah Situ Leutik  akan ditindak tegas bila ada yang tertangkap. Pemerintah Kota Banjar rencananya akan menerbitkan PeraturanWali Kota,” ucapnya.

Sosialisasi larangan menangkap ikan dengan alat setrum, ujar Ade Uu, kerap dilakukan. “Jadi kalau sekarang masih ada yang nekad nyetrum ikan perlu ada tindakan tegas,” tandas Ade. Terlebih, kata Ade Uu, saat ini sedang digalakkan penebaran benih ikan sehingga mudah-mudahan ikan ini 4 bulan ke depan sudah bertelur sehingga makin bertambah banyak.

“Ribuan ikan nilem yang kita tebarkan untuk yang ke sekian kalinya, setelah yang sekarang sebanyak 500 ribu ekor ditebar. Rencananya, minggu depan kita akan menebar sekitar 200 ribu ekor kembali agar terjadi perkembangbiakan ikan di Situ Leutik ini, sekaligus menjaga ekosistem Situ Leutik,” tandasnya.

Dikatakan Ade Uu, banyaknya populasi ikan di Situ Leutik, maka ikon Situ Leutik, Kota Banjar, akan mampu menopang pendapatan masyarakat dan daerah. Daerah wisata Situ Leutik pun akan menjadi brand sebagai kota kecil dengan empat kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Banjar, Ir. Ojat Sudrajat, MM., mengatakan, jumlah benih ikan nilem yang ditebarkan kali ini sebanyak 500 ribu ekor di Situ Leutik ini,” terang Ojat.

Diharapkan dengan penebaran ribuan bibit ikan nilem akan terjadi percepatan populasi ikan nilem.

“Penebaran ini akan terus dilakukan dan rencananya minggu depan kita juga akan menebar sekitar 200 ribu ekor benih ikan, bantuan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, melalui Balai BPBIGN di Tasikmalaya,” imbuhnya. Diperkirakan, benih ikan nilem yang ditebar, empat bulan ke depan akan tumbuh besar, bertelur dan bertambah banyak sehingga menjadi ikan layak konsumsi.

“Nantinya, ikan nilem ini akan bertambah banyak sehingga layak untuk dikonsumsi, serta diharapkan bisa menjadi daya tarik para pengunjung objek Wisata Situ Leutik,” tegasnya.

Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi

Lihat juga...