Universitas Unggulan, tak Bisa Asal Genjot Kuantitas Mahasiswa

KAMIS, 30 MARET 2017

JAKARTA — Dengan 31.000 mahasiswa dan 900 dosen, Universitas Mercu Buana lebih fokus membangun mahasiswa agar memiliki daya saing. Kualitas mahasiswa tidak hanya sekadar bagusnya nilai ujian, melainkan integritas meliputi konsistensi dan komitmen selama menempuh pendidikan, yang tak lain adalah kualitas kinerja mahasiswa.

Direktur Pemasaran UMB, Dr. Mukti Ali (kanan).

Besarnya jumlah mahasiswa atau peserta didik merupakan hal penting dari eksistensi sebuah lembaga pendidikan. Namun, perguruan tinggi berakreditasi unggulan tak bisa begitu saja memacu jumlah mahasiswanya. Aspek kualitas tetap menjadi landasan utama, sehingga banyaknya mahasiswa di sebuah perguruan tinggi unggulan benar-benar cerminan dari kualitas perguruan tinggi itu sendiri.

“Apalagi, saat ini anak-anak muda juga tidak sembarangan memilih universitas. Mereka ini akan selalu melihat fasilitas pendidikan dari sebuah perguruan tinggi yang akan dipilihnya, juga prestasi dan kelebihan-kelebihan lain, terutama output lulusannya terkait dengan pasar kerja,” kata Direktur Pemasaran UMB, Dr. Mukti Ali.

UMB yang merupakan 1 dari 50 perguruan tinggi yang terakreditasi Unggulan (A), dari total 4.492 perguruan tinggi se-Indonesia, telah dengan sendirinya menunjukkan kualitasnya. Berbagai prestasi telah banyak diraih tidak saja oleh mahasiswanya, melainkan juga para dosen dan institusi UMB. Sejumlah prestasi mahasiswa UMB tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga internasional. Salah satunya, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UMB yang beberapa kali menjuarai lomba paduan suara di berbagai negara, antara lain dalam Festival Choral International 3rd Canta Al Mar Barcelona 2014, dan International Choir Busan Korea Selatan 2015.

“Untuk lebih memasyarakatkan diri, selama ini pun kami telah banyak melakukan kegiatan di sejumlah sekolah, baik SMA, SMK, dan MAN,  di Jabodetabek. Menggelar seminar-seminar bertema anak muda, juga kegiatan lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Mukti.

Kecuali itu, lanjut Mukti, UMB juga memiliki Career and Training Center yang bekerjasama dengan industri dan perusahaan-perusahaan. Setahun dua kali diselenggarakan Job Career di UMB dan berdasarkan data yang terkumpul, maksimal daftar tunggu hanya 4 bulan. “Itu artinya output kami yang berkualitas langsung bisa diserap pasar dan hanya butuh 4 bulan menunggu,” kata Mukti.

Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Satmoko / Foto: Cendana News

Lihat juga...