MAUMERE — Luas wilayah di Kabupaten Sikka tidak seberapa namun jumlah penduduknya semakin banyak yang tentunya akan berdampak pada upaya kesejahteraan sehingga perlu menyatukan tekad untuk kembali berkinerja baik. Harapan untuk pengendalian penduduk pun dapat teratasi demi tercapainya satu Sikka yang mandiri dan sejahtera.
![]() |
| Bupati Sikka Drs.Yoseph Ansar Rera (tengah) bersama wakil bupati dan Sekda Sikka saat membuka Rakor Program KKBPK di aula kantor bupati. |
Demikian disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat membuka Rapat Koordinasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tingkat Kabupaten Sikka di aula kantor Bupati Sikka, Jumat (3/3/2017).
Menurut Ansar, sapaannya, data dari dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sikka per 31 Desember 2016, jumlah penduduk di Sikka sebanyak 373.842 jiwa dengan jumlah laki-laki 181.369 jiwa dan perempuan sebanyak 192.473 jiwa.
“Laju perkembangan penduduk di Kabupaten Sikka sangat cepat sehingga kegiatan pengendalian penduduk ini merupakan tanggung jawab kita semua dan kita semua berperan dalam rangka mengendalikannya,” tegasnya.
Dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang tidak bisa terkendali, sebut Ansar, membawa dampak pada semua aspek. Kepala keluarga yang berumur di bawah 18 tahun atau pernikahan dini pun pertambahannya cukup cepat.
“Ini sangat memprihatinkan dan membuat seluruh kegiatan terhambat di antaranya akte kelahiran tidak bisa berjalan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang usia remaja itu,” tuturnya.
Ansar juga menambahkan, terkait pengendalian jumlah penduduk, BKKBN memiliki kebijakan dibentuknya kampung KB atau Keluarga Berencana dan di Kabupaten Sikka tahun 2016 sudah diresmikan kampung KB di Desa Darat Pante. Ini menjadi model untuk diterapkan di desa-desa lain dalam rangka menekan laju angka kelahiran.
Mantan wakil bupati Sikka ini mengimbau kepada penyuluh KB kecamatan dan petugas kesehatan untuk saling bekerja sama dalam mengendalikan angka kelahiran di masing-masing kecamatan tempat mereka bertugas.
“Untuk penyuluh KB di kecamatan-kecamatan dan para petugas kesehatan yang sampai dengan 31 Desember 2017 sangat signifikan dalam mengendalikan angka kelahiran dan akan diberikan hadiah,” sebutnya.
Di akhir arahannya, Ansar mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama mengendalikan dan menekan angka kelahiran di Kabupaten Sikka. Tekad itu harus diwujud-nyatakan dalam kegiatan hari demi hari dalam rangka pengendalian penduduk.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sikka, Constantina Tupa Arankoja, S.Sos, menjelaskan, Rapat Koordinasi Program KKBPK atau Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga bertujuan agar terealisasi pelaksanaan program dan tersedianya data serta informasi perkembangan maupun meningkatkan komitmen para pengelola program KKBPK .
“Rakor ini juga bertujuan meningkatkan peran serta pemangku kepentingan dan mitra kerja agar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan yang berwawasan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga,” terangnya.
Selain itu, lanjut Constantina, bertujuan mengidentifikasi keberhasilan serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan KKBPK tahun 2016. Mensosialisasikan arah dan kebijakan program KKBPK serta mendorong terciptanya komitmen operasional dan mitra kerja terkait dalam program KKBPK tahun 2017 dan mengoptimalkan program PIK remaja/mahasiswa sebagai wadah konseling terutama program generasi berencana.
![]() |
| Peserta rapat koordinasi program KKBPK di aula kantor Bupati Sikka. |
Hadir dalam kesempatan itu wakil bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, sekretaris daerah Kabupaten Sikka dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Constantinus Tupen, SH. Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Constantina Tupa Arankoja,S.Sos, para camat, para kepala puskesmas dan penyuluh keluarga berencana.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
