RABU, 1 MARET 2017
PONOROGO — Sebanyak 38 orang penumpang kereta kelinci atau yang biasa disebut dengan odong– odong menjadi korban. Akibat kendaraan tersebut tidak kuat dan mundur saat melintasi tanjakan di Dukuh Gembes, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Beruntung para korban tidak mengalami luka serius, namun naas kendaraan terguling tepat di tengah jalan raya.
![]() |
| Warga dan aparat memindahkan odong-odong. |
Kejadian ini sempat menyebabkan kepanikan para penumpang dan beberapa kendaraan tidak bisa melintas di jalan. Warga dibantu dengan aparat kepolisian bergotong–royong memindahkan kendaraan odong–odong ke pinggir jalan raya.
Kapolsek Slahung, AKP Gunawan, saat ditemui menjelaskan kejadian tergulingnya odong–odong ini terjadi pada pukul 09.30 WIB. Odong–odong dinilai kelebihan muatan. Penumpang yang mayoritas ibu–ibu ini sempat membuat panik.
“Dugaan sementara akibat terlalu banyaknya muatan sehingga kendaraan tidak kuat dan mundur yang akhirnya terguling,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (1/3/2017).
![]() |
| Lalu lintas kembali normal. |
Menurut AKP Gunawan, mesin yang digunakan kendaraan odong–odong adalah mesin Chevrolet yang dikemudikan oleh Suwito (66) warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
“Keterangan yang kami dapat, rombongan ini ingin menghadiri acara pernikahan di Slahung,” ujarnya.
Ada empat korban yang langsung dilarikan ke RSUD Ponorogo, lanjut AKP Gunawan, yakni Kadinah (50) yang mengalami patah tulang selangka kanan, Maria (40) mengalami luka robek telapak tangan, Sukati (45) mengalami nyeri pinggang kanan dan Marsiah (44) yang mengalami luka robek kepala bagian kanan atas.
“Keempatnya warga Desa Tegalombo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
![]() |
| Odong-odong yang terguling di Slahung. |
“Dalam peristiwa ini diselesaikan secara kekeluargaan dan damai,” pungkasnya.
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

