KAMIS, 2 MARET 2017
MAUMERE — Secara nasional ada 120 desa yang memiliki kantong tenaga kerja Indonesia dan di Kabupaten Sikka ada 2 desa kantong TKI yaitu desa Dobo di Kecamatan Mego dan Desa Done di Kecamatan Magepanda yang pada 2017 mendapat bantuan enam paket tenaga kerja mandiri untuk wirausaha.
| Bupati Sikka mengalungkan kain tenun kepada Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia, Budi Hartawan. |
Demikian disampaikan Sekretaris Ditjen Bina Penta dan PKK Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia Budi Hartawan, Kamis (2/3/2017) saat bertatap muka dengan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan wakil bupati Drs. Paolus Nong Susar di kantor Bupati Sikka.
Dikatakan Budi, jumlah biaya satu paket sebesar 100 juta rupiah. Target per desa untuk 20 orang. Selain paket tenaga kerja mandiri, ada paket padat insfrastruktur. Di paket ini masyarakat harus dilibatkan secara bersama-sama dalam mengerjakan pembangunan infrastruktur.
“Di Kementerian Tenaga Kerja ada program baru yang namanya Desa Migran Produktif. Salah satu program yang diusulkan kepada Presiden Republik Indonesia dan sudah disetujui akhir tahun 2016 dan program ini sudah diuji coba di kabupaten Indramayu dan Wonosobo, dianggap berhasil dalam menggerakkan warganya,” terangnya..
Lebih lanjut Hartawan, menjelaskan, Desa Migran Produktif memiliki empat pilar utama, yakni pertama memberikan layanan imigrasi kepada warga desa supaya tidak terlibat dengan calo jika mereka ingin bekerja ke luar negeri. Balai desa akan diberdayakan guna memberikan penjelasan kepada masyarakat agar memahami dengan jelas berbagai informasi mulai dari desa terkait jika warga ingin bepergian ke luar negeri.
“Di balai desa juga akan dilengkapi dengan perangkat komputer sehingga warga desa bisa mengakses berbagai informasi misalnya terkait dengan negara tujuan,” sebutnya.
Pilar kedua, beber Budi, agar masyarakat jangan terlalu banyak bepergian ke luar negeri sehingga harus diberdayakan dengan usaha produktif seperti potensi unggulan yang ada di desa bisa dimanfaatkan.
Pilar ketiga, ungkapnya, membangun kebersamaan antara warga masyarakat desa untuk ikut membina keluarga tenaga kerja Indonesia sementara pilar utama yang keempat membentuk usaha perkoperasian dan UKM untuk warga yang ada di desa.
Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian pemerintah pusat dalam memberdayakan warga masyarakat berkaitan dengan ketenagakerjaan yang ada di kabupaten Sikka. Selama ini lebih banyak TKI ilegal ke Malaysia. Biasanya mereka pergi ke Pulau Kalimantan lalu menyeberang ke luar negeri tanpa dokumen.
“Dengan program Desa Mandiri Produktif ini kita secara bersama mendukung dan bersinergi untuk membina desa dan ke depan desa lainnya di Sikka pun bisa masuk dalam program ini sebab masih banyak desa lain yang juga menjadi kantong TKI,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary