Taman Pers yang Jarang Didatangi Insan Pers

KAMIS, 9 FEBRUARI 2017

BANDUNG — Selama empat tahun terakhir, Kota Bandung cukup royal mendirikan taman tematik di sana-sini. Ada satu sarana publik yang rencananya diperuntukkan untuk awak media, yaitu Taman Pers di Jalan Malabar, Lengkong, Bandung.

Taman Pers di Bandung.

Jika hendak ke taman ini, di bagian depan dari arah Jalan Malabar-Palasari, tampak tulisan Taman Pers Malabar berwarna merah di bawah sebuah tugu Harian Bandung Juara. Sementara di bagian belakang dari arah Palasari-Malabar terdapat sarana permainan anak seperti ayunan dan perosotan.

Apabila masuk ke dalam, terdapat tiga buah “saung” yang dilengkapi kursi dan meja dari tembok. Masih di bagian dalam, ada pula sebuah ornamen keyboard qwerty dengan beberapa huruf yang sudah pudar. Sayangnya, hampir tak ada insan pers yang memanfaatkan taman ini. Apa alasannya?

Alih-alih wartawan, berdasarkan pantauan, pada Kamis (9/2/2017) siang, justru tampak tunawisma yang sedang melepas lelah di taman ini, tepatnya di bagian kursi “saung”.

Salah seorang awak media online nasional, Oris Riswan (29) mengaku, lebih menyukai menyelesaikan tugas kantor di tempat lain. Menurutnya, Taman Pers kurang nyaman dijadikan tempat beristirahat seusai liputan.

“Tapi saya mengapresiasi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sudah menamakan taman di Jalan Malabar itu sebagai Taman Pers,” ujar Oris.

Tak jauh beda, Ferry Prakosa (33), salah seorang wartawan media cetak di Kota Bandung pun menilai, Taman Pers kurang nyaman dijadikan tempat untuk kerja atau nongkrong sekalipun. Karena itu, dia memilih tempat lain untuk menyelesaikan tugasnya.

“Kalau menurut saya di situ (Taman Pers-redaksi) tempatnya kurang representatif, ya. Saya milih ketik berita di tempat yang dekat dengan lokasi liputan saja,” ujarnya. Sedangkan salah seorang wartawan media online lainnya, Jatnika Sadili (31) mengatakan, Taman Pers boleh jadi sebagai penghargaan Wali Kota Ridwan Kamil kepada awak media. Namun akan lebih elok bilamana digunakan sesuai fungsinya.

Tunawisma sedang melepas lelah di area Taman Pers.

“Kalau fungsinya untuk kawan-kawan pers ya berarti disediakan akses-akses untuk pers juga, seperti jaringan wifi dan lainnya. Kecuali kalau dijadikan untuk tempat berteduh atau rekreasi warga, maka harus ada juga akses untuk warga,” kata Jatnika.

Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor: Satmoko / Foto: Rianto Nudiansyah

Lihat juga...