JUMAT, 10 FEBRUARI 2017
MAUMERE — Satu buah Ekskavator dibantu sebuah Dump Truck dikerahkan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, untuk membongkar penutup drainase yang dicor pemilik toko di Jalan Anggrek, Perumnas Kelurahan Madawat, Kota Maumere yang membuatnya sulit dibongkar menggunakan linggis, Jumat (10/2/2017).
![]() |
| Eksavator sedang membongkar drainase di sepanjang Jalan Anggrek Perumnas Maumere. |
Pengerahan ekskavator ini dilakukan karena pemilik toko yang berada di areal ruas jalan umum ini mengecor penutup dan drainase dan menutupnya dengan semen agar memudahkan kendaraan parkir di halamn toko dan tempat usaha mereka. “Kami harus melakukan pembongkaran, sebab saluran air di drainase tidak jalan akibat sampah dan tanah yang menumpuk di bawah drainse, sehingga menyebabkan banjir saat hujan lebat,” sebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Agustinus Boy Satrio, saat ditemui Cendana News di lokasi.
Selama ini, lanjutnya, setiapkali hujan lebat dan banjir masyarakat sering menyalahkan Pemerintah, dan mereka pernah menjebol pembatas jalan. “Coba kalau drainasenya tidak tersumbat, pasti air akan mengalir lancar. Untuk itu kami harus memberi contoh dan turun langsung memantau dan melakukan pembongkaran sejak Kamis kemarin malam hingga pukul 21.00 WITA,” sebutnya.
Hal senada juga disampaikan Camat Alok, Fitrinita Kristiani, yang ditemui di saat yang sama. Ia mengatakan, bakti sosial dilakukan untuk memberi contoh kepada masyarakat dan pemilik tempat usaha, agar selalu memperhatikan drainase yang ada di sekitar rumah dan lingkungan tempat usaha mereka. Pemilik usaha, sebutnya, harusnya lebih peka dan peduli dengan sampah dan drainase yang tersumbat dan jangan hanya mengharapkan Pemerintah saja. Dengan bersihnya drainase, air hujan akan mengalir lancar, sehingga bisa mengurangi dampak banjir.
“Banyak drainase yang dipenuhi sampah dan tanah dan ada yang tersumbat sehingga air pasti mengalir melewati jalan dan menyebabkan banjir, sehingga kami harus membongkar semua penutup drainse untuk mengeceknya,” tuturnya.
Fitriani mengapresiasi beberapa pemilik tempat usaha yang turun langsung dan terlibat membersihkan drainase serta mengerahkan karyawannya untuk ikut membersihkan sampah dan tanah yang menumpuk di dalam saluran air. “Kerja bakti ini melibatkan masyarakat di lokasi ini, masyarakat di Kelurahan Madawat serta staf di empat Kelurahan dan Kecamatan Alok serta bekerjasama dengan Dinas PU Sikka dan Polsek Alok,” pungkasnya.
![]() |
| Camat Alok Fitrinita Kristiani saat mengontorl pelaksanaan bakti sosial. |
Sementara dalam kerja bakti itu, semua penutup saluran dibuka dengan cara dicongkel menggunakan linggis dan memakai ekskavator. Sampah tanah diangkut menggunakan Dump Truck serta mobil roda tiga. Warga bersama PNS, aparat Polsek Aok, warga Kelurahan Madawat serta pemilik tempat usaha dan karyawan dengan menggunakan sekop dan cangkul membersihkan sampah di dalam saluran drainase dan ditimbun di badan jalan.
Tanah dan sampah diangkut dengan ekskavator dan dimasukan ke Dump Truck untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah. Sementara penutup drainase dibiarkan dahulu sambil menunggu penyemprotan saluran oleh mobil tangki, agar air bisa mengalir.
Selain Pelaksa Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sikka, Agustinus Boy Satrio, dan Camat Alok, Fitrinita Kristiani, dalam kerja bakti tersebut juga turut hadir Kepala Kepolisian Sektor Alok, Inspektur Satu Messakh Hetharie, SH., serta Lurah Madawat, Nangalimang, Kabor dan Kota Uneng, para ketua RT di Kelurahan Madawat serta masyarakat sekitar.
Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary
