Sejak 2014, Damandiri Berdayakan Warga Rawa Simprug di Grogol Selatan

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Daerah yang hijau dan asri, begitulah untuk mendeskripsikan keadaan secara umum di Rawa Simprug I, RT0 12, RW 09, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Warga asli Betawi yang tinggal di sana membaur kuat dengan warga pendatang. Terjaganya harmoni yang sudah dibangun sejak lama berhasil menumbuhkan kenyamanan bersosialisasi bagi warga. Di tempat inilah Yayasan Damandiri berlabuh untuk memberdayakan masyarakat, dengan mendirikan beberapa Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) secara bersamaan pada 2014.

Kika: Add Emmy Aznulleily dan Intan Nuraini

 Ada 6 Posdaya yang tersebar di beberapa lingkungan RW sekitar Rawa Simprug, Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Sebut saja Posdaya Kenanga Simprug, Bougenville, Singkong, Cempaka, Anggrek dan Teratai. Masing-masing memiliki kegiatan pemberdayaan terpisah, tetapi untuk kewirausahaan mereka bergabung atas nama Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Posdaya Kenanga Simprug. Penanggung-Jawab (PJ) Kelompok Tanggung Renteng berasal dari masing-masing Posdaya, dan mengatur sekaligus bertanggung-jawab terhadap anggotanya. Setoran cicilan dan tabungan Tabur Puja dilakukan satu pintu, melalui Posdaya Kenanga Simprug.

Sekretariat Tabur Puja untuk Posdaya wilayah Grogol Selatan bertempat di Kantor RW 09 Siaga, wilayah Posdaya Bougenville, Jalan Rawa Simprug I, RT 012, RW 09, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejak diresmikannya Posdaya Kenanga Simprug dan Posdaya Bougenville di Kantor Kelurahan Grogol Selatan, 15 Juli 2014, mereka menjadikan saung smoking area kantor kelurahan sebagai sekretariat darurat.

Lambat laun, dengan negosiasi dan sinergi yang baik bersama Lurah Grogol Selatan dan Ketua RW 09, kegiatan Tabur Puja Posdaya Kenanga Simprug akhirnya mendapat tempat permanen di Kantor RW Siaga (RW 09), untuk melaksanakan Hari Kas Tabur Puja pada Senin, setiap pekannya. “Untuk kegiatan pemberdayaan aspek wirausaha Tabur Puja, kami menempati ruangan baru di Kantor RW Siaga 09 sejak September 2016. Namun, untuk kegiatan pemberdayaan lain di masing-masing Posdaya adalah tanggung-jawab Ketua Posdaya bersangkutan bersama anggotanya,” sebut Emmy Aznulleily, Ketua Posdaya Kenanga Simprug kepada Cendana News, Senin (6/2/2017), di Sekretariat Tabur Puja.

Khusus bagi Posdaya Bougenville sebagai tuan rumah kegiatan wirausaha Tabur Puja, sudah memiliki beberapa kegiatan pemberdayaan lainnya, sebagai contoh; Kebun Bergizi, Posyandu Balita, Posbindu (remaja hingga lansia), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kampung Hijau dan Kampung Iklim. Bahkan, mereka sedang merintis budi-daya ikan konsumsi dengan memanfaatkan kolam-kolam ikan milik warga setempat.

“Wilayah RW 09 adalah lingkungan percontohan dari Kelurahan Grogol Selatan. Jadi, dalam konteks kegiatan internal pemberdayaan Yayasan Damandiri, kami dari Posdaya lainnya menjadikan Posdaya Bougenville di RW 09 sebagai percontohan sekaligus pusat kegiatan pemberdayaan,” tambah Emmy.

Lingkungan Rawa Simprug, Grogol Selatan yang bersih dan sejuk.

Selain Tabur Puja, kegiatan pemberdayaan yang paling menonjol dari Posdaya Bougenville adalah Kebun Bergizi. Mereka menanam sayuran konsumsi, tanaman toga (untuk obat), buah-buahan serta merawat tanaman liar yang secara turun-temurun dikonsumsi warga setempat, yakni Bayam liar atau yang disebut oleh warga asli Betawi sebagai Bayam Kebo. “Tanaman konsumsi di Kebun Bergizi masih sebatas bayam, kangkung, pepaya dan pisang. Selain itu, ada beberapa tanaman toga yang sudah dimanfaatkan warga. Dan, untuk merawat Kebun Bergizi, kami menempatkan kader bidang lingkungan di sana,” sebut Intan Nuraini, Ketua Posdaya Bougenville, RW 09, Grogol Selatan.

Menyudahi perbincangan, Intan berterima kasih dan bersyukur atas dukungan Ketua RW 09 yang sangat besar bagi kegiatan Posdaya binaan Yayasan Damandiri, terutama Posdaya Bougenville yang berada di wilayah RW 09, Grogol Selatan.

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...