Puluhan Hektar Petani Tomat di Boyolali Belum Bisa Penen

SELASA, 7 FEBRUARI 2017

SOLO — Dampak cuaca buruk hingga saat ini masih sangat dirasakan bagi petani  tomat di lereng Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah. Masih tingginya hujan yang turun membuat puluhan hektar tanaman tomat  rusak. Petani dipastikan merugi karena gagal panen.

Siti Qoiriyah.

Salah satu petani tomat, Siti Qoiriyah, menjelaskan, akibat banyaknya curah hujan membuat tanaman buah tomat tidak bisa dipanen. Sebab, tanaman yang baru berumur dua setengah bulan,  sudah banyak yang  membusuk. Sementara buah tomat yang ada belum siap untuk dipanen.

“Belum sampai memerah sudah busuk dan jatuh ke tanah. Ini yang tidak bisa dihindari,” kata Siti, Selasa (7/2/2017). 

Akibat banyaknya diguyur hujan, kata Siti, petani banyak yang mengeluh. Ini dikarenakan petani gagal panen. Untuk mengurangi kerugian yang jauh lebih besar, petani memilih tomat yang masih bisa dimanfaatkan.

“Masih hijau tetap kita petik dan kita jual di pasar sebagai sayur,” jelasnya.

Tomat hasil kebun Siti.

Menurut Siti, dalam satu kali tanam ini, petani membutuhkan modal sekitar 1-2 juta per petaknya. Namun, karena hasil panen tidak bisa dimaksimalkan, petani dipastikan merugi  hingga jutaan rupiah.”Ini karena biaya tenaga selama ini tidak dihitung. Jadi, kalau dihitung ruginya jauh lebih besar,” ungkapnya.

Suparno, petani tomat lainnya juga tak menyangkal, jika dampak cuaca buruk masih menjadi kendala bagi petani. Bahkan, menurut dia, di Kecamatan Cepogo, Boyolali, setidaknya ada lebih dari 60 hektar tanaman buah tomat yang gagal panen. Petani hanya bisa pasrah dan berharap musim hujan segera berakhir.

“Mudah-mudahan dari pemerintah bisa membantu. Minimal menyediakan bibit tomat bagi petani yang gagal panen,” imbuhnya.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid

Lihat juga...