MAUMERE — Pengerjaan pembangunan waduk Napung Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka oleh PT. Nindya Karya saat ini sudah pada tahap pengerasan jalan masuk ke areal lokasi, jalan di dalam lokasi bendungan serta tahapan mengukur out stek terhadap dasar kedudukan bendungan dan pondasi bendungan.
![]() |
| Ir. Valentinus Fredy Guling, Msi, Tim Leader Supervisi dari PT. Indra Karya selaku Konsultan Engineering pengerjaan waduk Napung Gete. |
Demikian disampaikan Ir. Valentinus Fredy Guling, Msi, Tim Leader Supervisi dari PT. Indra Karya selaku Konsultan Engineering saat ditemui Cendana News di lokasi pembagunan waduk, Senin (27/2/2017), sore.
Dikatakan Fredy, sapaannya, dirinya ditugaskan mengawasi pekerjaan agar bisa selesai tepat pada waktunya dan sesuai dengan anggraan yang dialokasikan. Metode kerja juga harus diperhatikan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga harus diperhatikan.
“SMK3 ini penting sebab dalam suatu pekerjaaan, bila SMK3 tidak diperhatikan maka akan menimbulkan dampak yang fatal dalam pekerjaan tersebut,” ujarnya.
Fredy menambahkan, semua pekerjaan sudah berjalan sesuai perencanaan dan masyarakat pemilik lahan yang akan dibangun waduk sangat mendukung karena meskipun dana ganti rugi belum dibayarkan, pihak kontraktor sudah bisa melaksanakan pekerjaan jalan dan pengerukan lahan.
“Kami setiap melakukan pekerjaan selalu berkordinasi dengan komisi kebendungan apakah ada perubahan atau tidak sebab kalau salah kerja akan menimbulkan dampak yang luar biasa,” terangnya.
Selaku consultan engineering, papar Fredy, pihaknya juga memiliki tenaga ahli yang akan melakukan pengecekan pada setiap tahapan pengerjaan fisik bendungan dan faktor pendukungnya dengan melibatkan 20 tenaga ahli yang akan memantau setiap tahap pengerjaan.
“Pekerjaan ini tentunya akan dilakukan sebaik mungkin dan dilakukan dengan sangat teliti, hati-hati, sesuai perencanaan agar bisa sesuai dengan perencanaan yang diharapkan,” tuturnya.
Waduk ini, terang Fredy, akan membutuhkan lahan seluas 161 hektar dimana waduk yang dibangun ini nantinya akan ditujukan untuk penyediaan air baku bagi warga Kota Maumere dan wilayah barat yang dilewati pipa air.
Selain itu, sambungnya, pembangunan waduk juga bertujuan menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 hektar, pengembangan sektor pariwisata dan perikanan serta pengendalian banjir bagi daerah hilir bendungan.
Disaksikan Cendana News di lokasi waduk, puluhan alat berat sedang mengerjakan pengerukan lahan dan pengerasan jalan yang menghubungkan jalan negara trans Flores dengan lokasi jalan di dalam bendungan.
Terlihat 3 buah tanah rata sudah dikeraskan dan disiapkan untuk pendaratan helikopter (helipad) bila Presiden Jokowi yang direncanakan akan meresmikan pembangunan waduk berkunjung ke lokasi ini.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary