NTB Dorong Pendewasaan Usia Perkawinan

SABTU, 4 FEBRUARI 2017

MATARAM — Untuk menekan angka pernikahan usia dini di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemprov NTB terus berupaya mendorong pendewasaan usia perkawinan bagi remaja menjadi minimal 21 tahun, baik laki – laki maupun perempuan.

FGD pendewasaan usia perkawinan

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APP) Provinsi NTB, Hartina di acara Focus Group Discussion (FGD) pendewasaan usia perkawinan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan aktivis peduli anak, di Mataram, Sabtu (4/2/2017).

“Pendewasaan usia perkawinan harus terus didorong, supaya pernikahan usia anak bisa ditekan, bahkan bisa dihentikan, karena akan berdampak kurang baik bagi anak” katanya.

Selain menggandeng tokoh agama, masyarakat dan tokoh budaya, salah satu bentuk keseriusan Pemprov NTB dalam upaya menekan pernikahan dini adalah dengan menerbitkan Pergub pendewasaan usia perkawinan, dari 18 menurut UU dinaikkan menjadi 21 tahun.

Dikatakan, pernikahan dini, selain bisa merusak masa depan anak, secara mental anak yang menikah dini juga belum siap, sehingga akan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan rumah tangga, karena tidak memahami tujuan pernikahan dini.

“Pernikahan dini juga berdampak buruk terhadap tumbuh kembangnya anak baik dari secara fisik maupun mental,” katanya.

Berbagai terobosan serta inovasi terus dilakukan, salah satunya pendidikan pranikah sebagai upaya struktural dan edukasi menuju pendewasaan usia pernikahan dan peningkatan kualitas tumbuh kembang anak.

Menurut Hartina, program tersebut akan dilaksanakan terintegrasi dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, BKKBN, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh adat serta LSM.

“Pendewasaan usia perkawinan dapat ditempuh melalui pendewasaan ilmu, ekonomi dan sosial. Hal ini juga tidak cukup bagi yang belum menikah. Hal ini juga berlaku kepada pasangan yang sudah menikah dini, agar tidak terjadi perceraian,” jelas Hartina.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...