SELASA 21 FBERUARI 2017
LAMPUNG—Ratusan anggota organisasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) sebanyak 110 orang yang melakukan aksi long march dengan berjalan kaki sepanjang ribuan kilometer akhirnya tiba di wilayah Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Mereka disambut oleh pengurus FTA SBSI Lampung Selatan setelah menempuh perjalanan selama 32 hari yang berangkat sejak 20 Januari lalu dengan menempuh perjalanan sepanjang Jalan Lintas Sumatera dari Provinsi Sumatera Utara.
![]() |
| Long march buruh tidka takut menempuh cuaca buruk. |
Rombongan anggota SBSI tersebut diterima langsung oleh ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia-Federasi Transportasi dan Angkutan Lampung Selatan,Hutabarat di kantor FTA SBSI yang ada di Jalan Lintas Timur Muara Piluk KM 2 Bakauheni.
Saat dikonfirmasi Cendana News koordinator lapangan SBSI Sumatera Selatan,Suherman (40) mengaku aksi jalan kaki tersebut dilakukan hingga Pelabuhan Bakauheni di ujung Selatan Pulau Sumatera. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan moda transportasi kapal laut dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dan akan dilanjutkan dengan aksi jalan kaki berikutnya hingga ke istana negara.
“Kita sementara beristirahat di Bakauheni setelah menempuh perjalanan di beberapa provinsi dan beberapa kabupaten dan kini sudah tiba di Pelabuhan Bakauheni untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta,”ungkap Suherman koordinator barisan SBSI Medan saat dikonfirmasi Cendana News di kantor FTA SBSI Bakauheni,Selasa (21/2/2017)
Dalam perjalanan selama hampir sekitar satu bulan tersebut diakuinya semula berjumlah sekitar 200 orang namun ketika sampai kilometer 20 hingga kilometer 100, sebagian peserta aksi jalan kaki yang akan memperjuangkan haknya berhenti. Mereka mengalami sakit hingga dipatuk ular di wilayah Sungai Lilin Provinsi Jambi.
Sebagian ada yang diminta pulang keluarganya bahkan sampai di Rantau Prapat ada salah satu anggota yang diminta pulang karena ada anaknya yang akan menikah. Namun berbagai halangan tersebut tidak menyurutkan aksi para pekerja tersebut yang akan menuntut keadilan di Jakarta.
Mereka yang melanjutkan perjalanan dan kini hanya tinggal sekitar 110 orang yang bertahan. Namun berbagai halangan tersebut tidak menyurutkan aksi para pekerja tersebut yang akan menuntut keadilan di Jakarta.
Suherman mengungkapkan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari karyawan sudah bekerja selama puluhan tahun justru dialihkan menjadi tenaga outsourching (tenaga alih daya) dengan masa kontrak selama setahun. Para pekerja menuntut status para buruh yang direkrut oleh Pelindo I untuk dipekerjakan lagi sebagai karyawan namun hingga kini belum mendapat respon dari perusahaan.
“Kami akan menuju istana dan bertemu presiden serta menteri tenaga kerja untuk menuntut hak kami sebagai pekerja di Pelindo dan tetap bisa bekerja mencari nafkah untuk keluarga kami”ungkap Suherman.
Selain berjalan kaki ratusan pekerja SBSI tersebut juga menggunakan kendaraan mobil diantaranya kendaraan jenis pick up untuk peralatan masak, kendaraan Apv untuk kendaraan darurat diantaranya jika ada peserta yang sakit,sementara itu kendaraan jenis Panther untuk mengangkut tas para peserta aksi. Beberapa peserta tersebut diantaranya berusia sekitar 50 tahun dan yang termuda dia ntaranya berusia sekitar 20 tahun yang mengikuti aksi jalan kaki tersebut.
Para peserta aksi SBSI tersebut di antaranya selain berhenti di markas FTA SBSI Lampung Selatan di Bakauheni juga melakukan istirahat di sejumlah tempat ,di antaranya masjid Muara Piluk dan Menara Siger Bakauheni. Selain mereka beristirahat, mereka elangsungkan ibadah salat dan beristirahat.
![]() |
| Buruh-buruh beristirahat sehabis long march. |
Sementara itu Hutabarat,ketua DPC FTA SBSI Lampung Selatan mengaku sangat mendukung langkah anggota SBSI Sumatera Utara tersebut yang memperjuangkan haknya dengan cara berjalan kaki beratus ratus kilometer hingga menuju Bakauheni. Hutabarat mengaku sebagai sesama anggota SBSI dirinya memiliki solidaritas dan tetap memiliki perhatian dengan membantu ratusan anggota SBSI tersebut.
“Kami akan kawal mereka bahkan sebagian biaya perjalanan naik kapal akan kami tanggung sebagai penumpang sehingga status mereka naik kapal gratis,”ungkap Hutabarat.
Sebagai bentuk dukungan DPC FTA SBSI Lampung Selatan bahkan akan mengawal hingga ke pintu masuk kapal dan ratusan peserta aksi SBSI Medan Sumatera Utara tersebut menuju ke Merak menggunakan kapal roll on roll off (Roro) dengan naik kapal. Sebelum naik kapal para anggota SBSI tersebut juga mendapat pengawalan dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni dan Polres Lampung Selatan.
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
