JUMAT, 3 FEBRUARI 2017
PONOROGO — Usai diguyur hujan sejak Jumat (3/2/2017) dini hari tadi, dua rumah warga di Dusun Tanjung, RT 02, RW 01, Desa/Kecamatan Ngrayun, ditimpa musibah tanah longsor. Dua rumah warga, yakni Sukirno (55) dan Pardi (65), tertimpa longsoran pada sekitar pukul 09.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 15 Juta.
![]() |
| Kondisi terkini dapur rumah milik Sukirno. |
Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiyono, menjelaskan, hujan yang mengguyur kawasan Ponorogo sejak pukul 01.00 WIB dini hari tadi dengan intensitas sedang, menyebabkan tanah labil dan tidak bisa menahan derasnya air. “Sehingga terjadi tanah longsor dan material longsor menimpa rumah warga,” jelasnya, kepada Cendana News.
Sementara itu, kondisi terkini rumah milik Sukirno yang terkena guguran longsor bagian dapur, rata dengan tanah, sedangkan rumah milik Pardi kondisinya menggantung akibat tanah labil tepat di sebelah rumahnya. “Kedua keluarga saat ini mengungsi ke rumah tetangga, guna antisipasi adanya longsor susulan,” ujarnya.
![]() |
| Kondisi rumah Pardi terancam ambruk akibat longsor. |
Saat ini, warga bersama perangkat desa dan anggota BPBD serta 12 anggota KORAMIL setempat melakukan pembersihan material longsor, dan penyelamatan barang-barang yang masih bisa digunakan. “Dalam musibah ini, BPBD Ponorogo membagi beberapa tim untuk menyiapkan akomodasi yang diperlukan di lapangan,” pungkas Setyo.
Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa
