LAMPUNG —Tim dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Lampung Selatan, melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Dusun Umbul Besar, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan. Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa warga yang mulai terserang penyakit diare dan beberapa di antaranya terserang gatal-gatal akibat kondisi air yang kotor dan tercemar dengan air sungai Way Sekampung. Selain pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, beberapa petugas medis di Puskesmas Kecamatan Sragi yang menjadi tim kesehatan di lokasi korban banjir juga diterjunkan membawa peralatan cek kesehatan dan beberapa jenis obat-obatan yang dibutuhkan warga terdampak banjir.
![]() |
| Dr. Media Apriliana, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Kabupaten Lampung Selatan. |
Dr. Media Apriliana, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Dr. Christi Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung, yang mendatangi korban banjir di beberapa tenda pengungsian yang berada di tanggul penangkis banjir, mengungkapkan, warga yang telah mengungsi selama tiga hari mulai mengeluhkan beberapa penyakit dampak banjir. Tim pelayanan Kesehatan Dinkes, ungkap Dr. Media Apriliana, melakukan monitoring sekaligus pemeriksaan kesehatan beberapa warga di antaranya para orang tua dan anak-anak yang mulai mengeluh hipertensi, diare, dan sebagian gatal-gatal.
“Kita sudah dirikan posko dengan dua buah tenda untuk pelayanan kesehatan termasuk petugas yang siaga di lokasi dan di Puskesmas pembantu Kecamatan Sragi yang akan siap siaga jika diperlukan dalam kondisi darurat,” terang dokter Media Apriliana, saat ditemui Cendana News tengah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat korban banjir di tenda-tenda darurat di tanggul penangkis, Jumat siang (24/2/2017)
Salah satu warga terdampak banjir yang sudah mengeluhkan penyakit hipertensi di antaranya Sukaesi (60) karena menempati tenda darurat yang didirikan di atas tanggul penangkis. Saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah dirinya menderita tekanan darah tinggi. Petugas kesehatan langsung memberikan obat-obatan yang diperlukan oleh Sukaesi. Sementara itu Iman (62) mengaku, sudah menderita diare sejak satu hari lalu dan sebagai langkah pengobatan petugas dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kecamatan Sragi memberikan obat diare. Iman mengaku, selain akibat air yang tak bersih selama beberapa hari pasca banjir yang belum surut dirinya masih menggunakan air sungai untuk mandi dan mencuci piring.
![]() |
| Tim Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan ke tenda-tenda pengungsi banjir. |
Dr. Media Apriliana mengungkapkan, Dinas Kesehatan juga menyediakan posko kesehatan dan nomor call center yang dipergunakan oleh petugas untuk menghubungi posko kesehatan kedua yang ada di Puskesmas Pembantu Kecamatan Sragi. Pos yang dibuat jauh dilakukan karena jarak antara lokasi korban banjir dan juga akses jalan yang cukup sulit di antaranya jalan yang becek dan hujan belum berhenti. Petugas kesehatan yang disiagakan di lokasi banjir diakui, Dr. Media Aprilia, bertugas di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan yang didirikan di dekat Madrasah Ibtidaiyah Gupi V.
Dr. Media Apriliana mengungkapkan, selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tim monitoring dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan juga menyediakan ratusan kotak obat yang disediakan untuk bermacam penyakit korban banjir di antaranya salep kutu air, obat anti biotik, diare, serta obat-obatan lain.
Petugas pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan juga mengimbau kepada seluruh warga yang menjadi korban banjir dan tinggal di tenda-tenda pengungsian untuk tetap menjaga kebersihan alat-alat makan serta penggunaan air bersih tetap dijaga.
Ia menerangkan seperti pada kasus banjir sebelumnya, pasca banjir beberapa penyakit yang menghantui korban banjir di antaranya penyakit kutu air, diare serta penyakit lain sehingga perlu dijaga kebersihan meski tinggal di tenda-tenda pengungsian dan beberapa obat telah disiapkan untuk seluruh korban banjir di antaranya obat anti biotik serta obat diare yang sebagian disebabkan dengan kondisi air yang tidak bersih.
![]() |
| Pemeriksaan kesehatan oleh tim Dinas Kesehatan. |
Pantauan Cendana News warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian mulai melakukan penyaluran listrik untuk penerangan pada malam hari. Hingga kini untuk sementara waktu pihak PLN ranting Kecamatan Ketapang masih memutus aliran listrik yang mengalir ke perumahan warga mengantisipasi korsleting.
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

