Wisata Bahari Bakauheni yang Menawan Mulai Didukung Infrastruktur

SABTU, 21 JANUARI 2017

LAMPUNG — Memiliki beberapa destinasi wisata bahari yang sangat banyak tidak lantas membuat sektor pariwisata di Kecamatan Bakauheni menjadi maju. Salah satu penghambat, infrastruktur penunjang belum layak, bahkan hanya jalan berbatu (onderlagh) yang rusak dan sulit dilalui kendaraan. 
Destinasi wisata Tanjung Tua di Kecamatan Bakauheni
Kondisi tersebut mulai dibenahi pada tahun 2016 dengan memperbaiki sebagian jalan penghubung antar kecamatan, antar desa yang memudahkan akses wisatawan berkunjung ke sejumlah lokasi wisata meski belum seluruhnya. Ruas jalan penghubung Desa Totoharjo menuju Desa Kelawi bahkan mulai diperbaiki dengan jalan aspal mulus dan sebagian dibangun dengan sistem rigid pavement (pengerasan beton) pada tanjakan Desa Totoharjo.
Destinasi wisata Pantai Blebug menurut Camat Kecamatan Bakauheni Zaidan  bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dari dua arah yakni Pelabuhan Bakauheni dengan jarak sekitar tiga kilometer melewati jalan aspal dilanjutkan jalan yang masih berbatu. Sementara dari arah Desa Totoharjo yang terletak di ruas jalan pesisir Rajabasa kondisi jalan mulus, jalan rigid bisa ditemui sepanjang beberapa kilometer dilanjutkan jalan berbatu yang masih direncanakan akan diperbaiki. Kondisi jalan yang masih belum memadai tersebut terjadi beberapa tahun sebelumnya yang berakibat wisatawan enggan mengunjungi destinasi wisata bahari atau pantai di Kecamatan Bakauheni.
“Kondisi jalan rusak itu tahun tahun sebelunmnya karena pada pertengahan 2016 kondisi sebagian besar jalan penghubung Kecamatan Bakauheni menuju Kecamatan Rajabasa sudah diperbaiki dan sudah mulai banyak wisatawan yang lebih mudah mengakses lokasi wisata,”terang Zaidan Camat Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan kepada Cendana News, Sabtu (21/1/2017).
Camat Kecamatan Bakauheni Zaidan
Ia tidak menampik nilai jual destinasi wisata tidak terlepas dari keberadaan infrastruktur jalan sebagai akses penunjang disamping infrastruktur lain diantaranya penyediaan fasilitas memadai di lokasi wisata diantaranya lokasi parkir, penginapan, warung kebutuhan wisatawan serta faktor keamanan. Sejauh ini ia mengungkapkan Kecamatan Bakauheni terus melakukan pembenahan di sejumlah tempat wisata dengan membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di sejumlah desa diantaranya Pokdarwis Desa Bakauheni di Tanjung Tua, Pokdarwis di Dusun Minangruah Desa Kelawi serta beberapa Pokdarwis di desa yang memiliki destinasi wisata. Beberapa desa bahkan menggunakan anggaran dana desa (DD) untuk pembuatan jalan desa yang sekaligus menjadi akses menuju ke lokasi wisata.
Setiap Pokdarwis tersebut ungkap Zaidan diberikan pelatihan pengelolaan tempat wisata termasuk penataan penerapan tiket masuk, pemeliharaan lokasi dan kebersihan lokasi wisata, penambahan fasilitas toilet, keamanan dan cara memperlakukan wisatawan dengan ramah. Selain itu tak hanya mengharapkan wisatawan berkunjung dalam waktu singkat sejumlah Pokdarwis dilatih mengelola penginapan berupa homestay yang akan menarik wisatawan menginap dan bisa menambah tingkat penghasilan secara ekonomis bagi masyarakat pemilik homestay. Selain itu juga dilakukan pembuatan kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang barang yang bernilai seni untuk dijual kepada pengunjung tempat wisata di Bakauheni sehingga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan juga bisa menambah pendapatan asli desa (PAD) dari sektor wisata.
Berdasarkan pemetaan wilayah Kecamatan Bakauheni yang memiliki 5 Desa ungkap Camat Bakauheni Zaidan saat ini memiliki beberapa destinasi wisata bahari yang bisa menjadi tujuan wisata diantaranya wisata kepulauan kecil di Selat Sunda yang masuk wilayah Bakauheni diantaranya Pulau Kandang Lunik, Kandang Balak, Pulau Penjurit. Wisata pantai Minang ruah, Batu Alif, Air Terjun curug tujuh tingkat di Minangruah, Goa Lalai di Desa Kelawi. Pantai Blebug di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni yang sudah dikenal oleh wisatawan lokal dan ramai dikunjungi saat akhir pekan. Kondisi lokasi wisata yang berada di perbukitan dan pantai membuat sebagian jalan masuk lokasi wisata dibangun jalan rigid beton beberapa ratus meter dan sebagian menggunakan paving blok untuk memudahkan wisatawan membawa kendaraan roda dua hingga ke lokasi wisata.
“Sebagian tempat wisata sudah dikenal karena ada papan penunjuk, tanda arah namun masih sebatas dikunjungi wisatawan lokal karena akses jalan yang sebagian masih belum memadai, tapi terus akan kita benahi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,”terang Zaidan.
Cendana News berkesempatan melihat kondisi homestay yang mulai banyak dikembangkan masyarakt dengan konsep rumah sederhana namun artistik
Bagi wisatawan yang menyukai petualangan kondisi jalan yang masih belum memadai tersebut bahkan menjadi tantangan tersendiri terutama bagi komunitas motro trail adventure. Oleh sebab itu ia bahkan mengaku komunitas Trail adventure Bakauheni (Trabak) yang ada di Bakauheni justru memperkenalkan wisata petualangan dengan melakukan kegiatan susur pantai menggunakan kendaraan roda dua jenis trail. Namun dengan berbagai pembenahan infrastruktur jalan yang memadai kunjungan wisatawan yang mengajak serta keluarga menggunakan kendaraan pribadi juga mulai meningkat di penghujung tahun 2016 dan di awal tahun 2017.
Salah satu pengunjung tempat wisata Pantai Blebug Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni, Indah (34) mengungkapkan kondisi jalan menuju tempat wisata tersebut kini mulai baik dan mudah diakses dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian kerusakan jalan masih terjadi pada beberapa titik diantaranya Dusun Kepayang, tanjakan Desa Totoharjo yang diharapkan bisa diperbaiki dengan sistem rigid karena sering rusak meski telah diaspal.
“Sekarang lebih bagus jalannya lebiih halus tapi masih sebatas Dusun Kepayang dan dari Totoharjo masih sebatas tanjakan sehingga perlu disambung agar semua ruas jalan mulus,”ungkap Indah.
Akses ke lokasi Pantai Blebug dengan jalan aspal yang mulus dari Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni
Ia bahkan sebelumnya justru merekomendasikan tempat wisata lain yang akses jalannya lebih mudah karena kondisi jalan yang rusak. Namun kini ia mulai berani mengajak beberapa rekannya untuk berwisata di Bakauheni yang memiliki kekayaan wisata bahari karena kondisi jalan yang lebih baik. Selain mulai membaik ia berharap penataan tempat wisata bisa dikelola dengan baik sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta bagi desa yang memiliki lokasi wisata tersebut.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...