Warga Pulau Parumaan Sikka Minta Dibangunkan Tanggul Penahan Gelombang

RABU, 11 JANUARI 2017

MAUMERE — Warga Desa Parumaan yang bermukim di Pulau Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, meminta agar Pemerintah bisa membangun tanggul penahan gelombang di sebelah selatan perkampungannya. Selain bisa mencegah abrasi, pembangunan tanggul tersebut dinilai penting, agar warga tak bisa membuang hajat sembarangan di pinggir pantai.
Tanggul yang dibangun warga di sebelah timur dermaga penumpang Parumaan.
Menurut Sekretaris Desa Parumaan, Muhdir, dana yang dibutuhkan untuk pembanngunan tanggul tidaklah besar, karena di pesisir pantai telah ada susunan batu yang dibuat warga sebagai penahan ombak untuk sementara waktu, sehingga hanya perlu disemen saja. “Dana desa ada, dan kami ingin menggunakannya. Namun, kalau ada dana dari pemerintah, kami minta agar permintaan warga ini bisa diwujudkan,” tuturnya, Senin (9/1/2017).
Tanggul tersebut, jelas Muhdir, diperkirakan 200 meter dari dermaga ke arah timur serta ke arah barat dermaga dengan panjang yang sama. Dana yang dibutuhkan tidak besar, karena hanya melakukan semenisasi saja pada bebatuan yang sudah disusun warga.
Jalan semen dan jembatan kayu sebagai dermaga penumpang antar pulau.
Disebutkannya, pihak desa baru saja mengerjakan rehab dermaga kapal penumpang dari kayu menggunakan dana sebesar Rp. 24 Juta. Kapal penumpang ini melayani transportasi warga ke Pulau Flores, tepatnya Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. “Dana desa kami anggarkan, sebab dermaga ini juga sudah mulai rusak. Padahal setiap hari disandarai kapal penumpang milik warga,” terangnya.
Ditambahkan Muhdir, saat ini pihak desa juga sedang memasang listrik di tiga titik di pulau ini, dengan menggunakan dana desa sebanyak Rp. 100 Juta. ”Dana desa yang dipakai seratus juta rupiah, agar warga bisa menikmati listrik dan mencegah adanya pencurian,” ujarnya.
Saat mengunjungi Pulau Parumaan, Senin (9/1/2017), Cendana News menyaksikan, rumah warga dibangun persis berada di belakang pesisir pantai. Warga menyusun bebatuan sebagai penahan gelombang, agar terjangan ombak tidak mengenai rumah mereka. Selain itu, di atas bebatuan dipasang kayu yang dipakai untuk mengikat perahu motor penangkap ikan yang dimiliki warga, sebab di sebelah selatan Pulau Parumaan terdapat Pulau Kambing, sehingga gelombangnya tidak terlalu besar.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...