Siswa SD Pulau Rimau Balak Tulis Surat kepada Presiden dan Kapolri

KAMIS, 12 JANUARI 2017

LAMPUNG — Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dan siswa-siswa kelompok belajar (kejar) paket B di Pulau Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, menuliskan kondisi pulau dan masyarakat di sekitar mereka kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Kegiatan menulis surat untuk Presiden dan Kapolri tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial Polres Lampung Selatan dengan berbagai komunitas. Di antaranya relawan peduli generasi Lampung, armada Pustaka Bergerak serta berbagai relawan lain yang mengunjungi salah satu pulau di kabupaten paling selatan di Pulau Sumatera tersebut. Kunjungan ke pulau luar di Lampung Selatan tersebut, dilakukan dengan menggunakan puluhan kendaraan perahu dan kapal Polair Polres Lampung Selatan.

Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Reza, mendampingi para siswa menulis surat untuk Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian.

Pemberian donasi berupa alat-alat tulis di antaranya buku tulis, bolpoin, tas serta alat-alat mandi serta pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan oleh berbagai relawan sejak pagi hingga sore hari bagi siswa dan juga warga setempat. Khusus untuk siswa SDN 5 Sumur yang berjumlah 46 siswa dan juga kelompok belajar (Kejar) paket B sebanyak 22 siswa berkesempatan memperoleh buku-buku serta alat tulis tersebut. Mereka menganggap merupakan hal yang sangat istimewa. Sebab, selama ini warga di Pulau Rimau Balak mengalami kesulitan untuk memperoleh buku-buku serta alat tulis. Berbagai kondisi serta harapan anak-anak di pulau tersebut bahkan tertuang dalam surat yang rencananya akan dikirimkan ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kami memang prihatin dengan kondisi anak-anak di Pulau Rimau Balak sehingga bekerjasama dengan produsen alat tulis kami membagikan alat tulis. Sekalian anak-anak menulis surat untuk Presiden Jokowi dan Kapolri,” ungkap Sugeng Hariyon,o penggagas Armada Bergerak di Lampung yang hadir dalam kesempatan donasi di Pulau Rimau Balak, Kamis (12/1/2017).

Sugeng Hariyono bahkan menegaskan, kegiatan ini digelar bersama Polres Lampung Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan serta relawan literasi seperti Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Lampung, serta relawan lain. Siswa-siswa pun mendapat pendampingan dalam menulis surat kepada Presiden dan Kapolri. Anak-anak terlihat antusias menulis surat dalam selembar kertas menggunakan kertas yang telah diperoleh lengkap dengan bolpoin untuk menulis surat kepada Presiden dan Kapolri meski menulis di bawah pohon rindang yang ada di depan sekolah.

Puluhan surat untuk Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian,

Salah satu poin penting dari ditulisnya surat oleh anak-anak di pulau tersebut, ungkap Sugeng Hariyono, merupakan kelanjutan dari harapan ratusan surat yang pernah ditulis oleh ratusan siswa lain di beberapa sekolah yang pernah dibuat sebelumnya. Sugeng bahkan mengaku, sebanyak 1000 surat dipastikan akan ditulis oleh siswa-siswa dari beberapa sekolah di Provinsi Lampung untuk menyampaikan kondisi riil di masyarakat yang dirasakan oleh siswa-siswa usia sekolah. Baik soal keamanan di masyarakat hingga fasilitas yang ada di tempat tinggal mereka. Surat-surat tersebut akan dikumpulkan dan dipilih mewakili beberapa wilayah yang ada di Lampung dengan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Edi Sanitri (10), salah satu siswa kelas IV SDN 5 Sumur yang menulis surat kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama puluhan kawan-kawannya, menceritakan kondisi Pulau Rimau Balak yang merupakan bagian dari wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Lampung. Namun belum memiliki fasilitas yang memadai layaknya wilayah lain yang ada di daratan. Sementara itu, beberapa siswa yang menulis surat untuk Kapolri menuliskan harapannya untuk Kapolri agar memperhatikan para siswa di Pulau Rimau Balak dan meminta Kapolri mengunjungi mereka jika ada waktu dan kesempatan.

Tak hanya itu, beberapa siswa bahkan menggambarkan situasi di Pulau Rimau Balak yang memiliki keindahan alam meski tidak memiliki fasilitas listrik dari PLN. Siswa juga mengeluhkan tidak bisa menonton televisi karena pasokan listrik yang masih menggunakan sarana listrik tenaga surya dan terpaksa hanya bermain di pantai sembari mencari ikan di tepi pantai. Beberapa siswa lainnya menulis kebutuhan para siswa secara gamblang berikut kondisi di Pulau Rimau Balak di antaranya; gedung sekolah masih kurang, guru pengajar yang masih kurang, perpustakaan yang belum ada, alat transportasi antarpulau khususnya untuk kegiatan sekolah dan kegiatan belajar masih sangat memprihatinkan, buku-buku penunjang untuk belajar masih kurang. Beberapa anak meminta dibuatkan dermaga yang memadai, lebih baik dari dermaga sebelumnya yang terbuat dari kayu serta kondisi pulau yang gelap saat malam karena tak ada listrik PLN dan sarana air bersih yang juga belum memadai.

“Total surat ada sekitar 48 surat di antaranya ada yang khusus menulis untuk Presiden tapi ada yang sekaligus menulis untuk Presiden dan Kapolri dan akan kita kirimkan nanti bersamaan,” ungkap Sugeng Hariyono.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, Kabagops Polres Lampung Selatan, Kompol Reza, ikut mendampingi para siswa menulis surat untuk Presiden dan Kapolri. Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, mengaku, dengan kehadiran polisi di pulau terluar sekaligus bisa memberikan harapan bagi warga, siswa yang ada di pulau terluar agar bisa ikut merasakan diperhatikan oleh pemerintah pusat. Surat yang ditulis oleh anak-anak yang masih polos tersebut, ungkap AKBP Adi Ferdian Saputra, di antaranya terlihat sangat gamblang dengan kondisi pulau yang masih sangat memprihatinkan bila dibandingkan dengan wilayah lain di Lampung Selatan.

Personil Polres Lampung Selatan mendampingi para siswa menulis surat.

Sebagai bentuk memperhatikan kondisi siswa dan warga secara langsung, Polres Lampung Selatan ikut terlibat memberikan bantuan alat-alat tulis dan peralatan mandi bagi para siswa. Selain itu kepedulian dari berbagai komunitas sekaligus meringankan beban masyarakat yang jarang memperoleh pemeriksaan kesehatan sehingga mendatangkan komunitas peduli generasi yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemberian tandu bagi relawan peduli generasi Lampung juga diberikan oleh Perahu Pustaka dan Kapolres Lampung Selatan untuk fasilitas kesehatan di tempat terpencil yang akan digunakan relawan peduli generasi. Bahkan Kapolres Lampung Selatan, AKBP Adi Ferdian Saputra, ikut melakukan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah bersama masyarakat di Pulau Rimau Balak.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...