SENIN, 30 JANUARI 2017
MAUMERE — Korban tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal di perairan Malaysia tepatnya di dekat Kota Mersing, Johor, Malaysia, Maria Yuliana Reku, sebelum berangkat dari Batam ternyata sempat menelepon suaminya, Xaverius Gande, yang bekerja di Johor Malaysia.
![]() |
| Xaverius Gande (baju merah) suami korban Maria Yuliana Reku, saat menjemput jenazah istrinya di Bandara Frans Seda Maumere. |
Demikian disampaikan Xaverius Gande kepada Cendana News di Bandara Frans Seda Maumere, Senin (30/1/2017), sore. Dikatakannya, sang istri selalu menghubungi baik saat tiba di Batam maupun hendak berangkat menggunakan kapal ke Johor Malaysia.
“Istri saya waktu menelepon meminta saya untuk berdoa agar mereka bisa tiba dengan selamat di Johor dan minta agar dijemput,” ujarnya.
Sang istri, beber Xaverius, menelepon pada 23 Januari 2017 sebelum naik ke kapal dan mengalami musibah. Dirinya pun tidak ada firasat apa-apa dan tidak menduga sang istri tercinta meninggal dunia akibat kapal yang ditumpangi mereka tenggelam.
Baca Juga:
Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Tiba di Maumere
“Saya dihubungi pihak konsulat jenderal mengabarkan tentang tragedi yang menimpa istri saya dan saya pun diminta untuk mengenali jasad istri saya dan mengantar jenazah ke kampung kami,” terangnya.
Sang istri, tambah Xaverius, memang memiliki paspor, namun masa berlakunya sudah habis. Selain itu, keduanya tidak memiliki biaya membayar visa sehingga terpaksa berangkat ke Malaysia menggunakan jalur tidak resmi.
“Kami berdua sering berangkat ke Malaysia untuk bekerja di sana sehingga tidak terpikirkan akan mengalami musibah seperti ini,” ungkapnya.
Ditambahkan Xaverius, dengan adanya kejadian ini dirinya merasa menyesal membiarkan sang istri harus berangkat sendirian. Apalagi menumpang kapal motor dengan penumpang melebihi kapasitas di saat musim gelombang tinggi dan masuk melalui jalur ilegal.
“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini yang membuat saya harus kehilangan sang istri tercinta namun mungkin ini adalah jalan Tuhan,” pungkasnya.
Disaksikan Cendana News, saat tiba di Bandara Frans Seda, jenazah dijemput 5 staf Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Maumere bersama seorang kerabat korban yang tinggal di Maumere.
![]() |
| Xaverius Gande bersama saudaranya yang menjemput jenasah istrinya untuk dibawa ke Ende. |
Pemberangkatan jenazah melalui jalan darat ke Ende ditunda sekitar 15 menit sebab suami korban yang menumpang mobil travel belum tiba di Bandara Frans Seda. Selain suami korban, turut mendampinginya 2 orang kerabat dekatnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed De Rosary
