BANDUNG — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengusung misi membangun organisasi sepak bola yang moderen dan bermartabat. Mewujudkannya, perlu ditopang oleh tata kelola dan Sumber Daya Manusia yang profesional.
Kongres PSSI
“Dengan menjalankan kompetisi di semua tingkatan usia dengan iklim kompetisi yang kondusif sehingga terbentuk Tim Nasional (Timnas) yang kuat dan berprestasi di tingkat dunia,” ujar Sekretaris jenderal PSSI, Ade Wellington dalam kongres tahunan di Hotel Aryadutha, Kota Bandung, Minggu (8/1/2017).
Pihaknya mengagas lima pilar program kerja Timnas. Mulai dari melakukan pembinaan pemain muda yang berkompetisi, pengembangan sepak bola atau development program, profesional team, manajemen tata kelola organisasi dan memiliki national team yang kuat.
Dalam pembinaan usia muda PSSI akan menciptakan program Garuda Emas. Di mana kompetisi seperti Piala Soeratin yang memang sebagai ajang penggawa muda tetap akan digelar.
“Kita akan menciptakan Indonesian style berhubungan dengan pembinaan kompetisi di usia muda akan mengangkat usia muda. karena kita menjunjung tinggi pembinaan usia muda adalah di atas segala-galanya,” paparnya.
Pada 2017 ini, PSSI akan membentuk pelatih timnas dari berbagai usia. Dari mulai juru taktik untuk U-23, U-18, U-15 dan juga pelatih Timnas sepak bola Wanita.
Tak hanya pemain, pihaknya juga akan fokus mendongkrak kualitas pelatih lokal. PSSI memfasilitasi pelatih domestik untuk dilibatkan dalam kursus kepelatihan.
“Kursus kepelatihan A, B, C AFC. Kita tergetkan di 2017 ini, lisensi C ada 264 pelatih, lisensi B ada 48 pelatih, dan lisensi A AFC ada 24 pelatih, kita targetkan juga untuk mendapatkan intruktur A AFC sebanyak 12 intrukstur,” tuturnya.
Pemungkas, soal kinerja pengadil di lapangan pun menjadi sorotan. Karena itu PSSI akan mendirikan akedemi khusus wasit.
“Kita akan lakukan itu, menditikan akedemi wasit,” pungkasnya.