KAMIS, 26 JANUARI 2017
JAKARTA — Perkembangan situasi aktual ditandai dengan kian menajamnya suasana tak kondusif yang berujung konflik dan benturan horizontal. Perkembangan konflik antaragama, antara pribumi dan nonpribumi, kaya dan miskin, organisasi massa serta perbenturan antara satu kelompok dengan lainnya.
| Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri (tengah). |
Apabila situasi konflik ini dibiarkan berkembang tanpa ada upaya untuk meredam, sangat dikhawatirkan akan berkembang menjadi konflik fisik yang meluas dan tidak terkendali sehingga akan membawa pada perpecahan bangsa.
Untuk meredakan situasi tersebut, serta demi keutuhan bangsa dan negara tercinta ini, para purnawirawan TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) menyampaikan sikap sebagai berikut: pertama, menganjurkan kepada semua kelompok yang bertikai untuk sama-sama menahan diri. Tidak saling mencerca dan tidak mengumbar ujaran kebencian, baik secara langsung maupun lewat media sosial serta media lainnya. Kedua, PPAD juga mengajak semua komponen bangsa untuk mengedepankan ujaran, sikap dan perbuatan yang mendinginkan situasi dalam setiap kesempatan berkomunikasi, tidak ikut menyebarkan berita hoax atau berita yang berpotensi memecah-belah ikatan kebangsaan baik secara langsung maupun lewat media sosial. Ketiga, mempererat tali persaudaraan dalam bingkai Pancasila, baik antarindividu maupun antarkelompok dan organisasi.
Pernyataan sikap yang tegas ini dikeluarkan dan dideklarasikan langsung kepada khalayak oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PPAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri bersama Sekretaris umum Mayjen TNI (Purn) YB. Wirawan di Kantor Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PP PPAD) Jalan Matraman Raya 114, Jakarta Timur, Kamis (26/01/2017).
| Kantor Pusat PP PPAD Jakarta. |
“Kembali pada hakikat bangsa sebagai sebuah bangsa yang ramah, menyukai persaudaraan, dengan Pancasila sebagai azas berbangsa dan pedoman yang mempersatukan Nusantara,” sebut Kiki Syahnakri di ujung deklarasi.
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw