Pemerintah Beri Subsidi Operator Perusahaan Seluler

SENIN, 16 JANUARI 2017

MATARAM — Hingga sekarang, tarif harga dan layanan telekomunikasi di Indonesia bagian timur masih sangat tinggi, jika dibanding tarif harga dan layanan telekomunikasi Indonesia bagian barat. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyebut, hal itu disebabkan oleh mahalnya biaya yang harus dikeluarkan operator perusahaan seluler untuk membangun fasilitas infrastruktur penunjang.
Menteri Kominfo, Rudiantara (paling kiri), saat berbicara dalam Diskusi Publik Dinamika Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Universitas Mataram.
“Guna menyamakan tarif harga dan layanan telekomunikasi antara masyarakat Indonesia timur dan barat, Pemerintah telah memberikan subsidi untuk kemudahan penyediaan fasilitas infrastruktur pendukung. Dengan pemberian subsidi tersebut, tarif harga maupun layanan telekomunikasi kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, mulai 2019 akan sama,” jelas Rudiantara, dalam Diskusi Publik Dinamika Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Universitas Mataram, Senin (16/1/2017).
Selain itu, pemerintah juga siap membangunkan fasilitas infrastruktur penunjang di daerah yang tidak layak bisnis, sehingga diharapkan ongkos yang dikeluarkan perusahaan juga sedikit. “Sekarang ini, perbedaan harga Indonesia timur dan barat kurang lebih mencapai 65 pesen permega bite-nya. Tapi, nanti harganya lama-lama juga turun, turunnya berapa cepat kami tidak bisa mendikte, karena itu yang tahu operator dan harga memang harus bisa ditekan untuk efesiensi bagi masyarakat,”, jelasnya.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...