SENIN, 9 JANUARI 2017
MAUMERE — Sebanyak 2.234 jiwa yang terdiri dari 625 kepala keluarga warga Pulau Parumaan, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, bersorak gembira saat air mengalir deras dari keran yang ada di desa mereka. Kegembiraan warga cukup beralasan sebab selama puluhan tahun untuk mendapatkan air bersih, warga Desa Parumaan harus mengambilnya di Pulau Besar atau Pulau Kojagete, Desa Kojadoi dengan menggunakan kapal motor nelayan.
| Warga Pulau Parumaan sedang antri mengambil air dari keran di sekitar rumah mereka. |
“Kami tidak menyangka bisa menikmati air bersih. Sebab selama puluhan tahun sejak negeri ini merdeka mimpi itu baru bisa terwujud saat ini,” ujar Muhdir. Sekretaris Desa Parumaan yang ditemui di kantor dermaga Desa Parumaan itu pada Senin (9/1/2017) mengatakan, sehari-hari warga desa yang berprofesi sebagai nelayan harus mengambil air menggunakan jeriken di Pulau Kojagete dengan berlayar menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh ± 30 menit. Jauhnya jarak, ungkapnya, membuat warga setiap hari lebih banyak mengkonsumsi air sumur yang jumlahnya pun terbatas. Rasa airnya juga sangat asin. Biasanya air yang diambil dari Pulau Kojagete dipakai untuk minum.
Hal senada juga disampaikan Dahi Bacu dan Sunarti, warga Desa Parumaan lainnya yang ditemui sedang mengisi air ke dalam jeriken ukuran 20 liter di keran air dekat rumah mereka.
“Kami tidak menyangka, ternyata kami warga kepulauan diperhatikan pemerintah dengan mengabulkan permintaan kami soal air bersih. Meski sudah puluhan tahun baru bisa kami nikmati sekarang,” tutur Dahi Bacu.
| Pipa penyalur air bersih yang ada di Pulau Parumaan. |
Dahi Bacu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sikka dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka yang sudah mengabulkan permintaan warga meski untuk mengalirkan air bersih dirasakan sulit.
Sementara itu, Sunarti mengaku senang, desanya bisa dialiri air bersih yang selama ini bagi warga Pulau Parumaan hanya sekadar mimpi. Walau harus antri dan mengambil air di keran dirinya tidak mempersoalkannya.
“Kami senang air bersih sudah tersedia dan meski harus antri untuk mendapatkan air bagi kami tidak masalah sebab air tetap mengalir setiap saat tanpa henti,” ungkapnya.
| Plt Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Agustinus Boy Satrio bersama rombongan, saat meninjau jaringan air bersih di Pulau Parumaan. |
Disaksikan Cendana News, sejak turun dari dermaga kapal di Pulau Parumaan, di ujung dermaga terdapat sebuah keran air dan saat dicicipi airnya tidak terasa asin dan terlihat jernih. Keran air pun terlihat di hampir setiap sudut rumah dan gang di desa ini yang semua rumahnya merupakan rumah panggung. Beberapa perempuan terlihat sedang duduk di sekitar keran sambil membawa jeriken dan ember plastik sebagai wadah menampung air.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary