Kerusakan Hutan NTB Ancam Ratusan Rusa

SENIN 9 JANUARI 2017
MATARAM—Kondisi sebagian besar kawasan hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini dinilai tidak saja mengancam dan membahayakan keberlangsungan hidup manusia, tapi juga kehidupan berbagai jenis dan spesies binatang yang hidup di dalamnya.
Kepala BKSDA NTB, Widodo.
Rusa merupakan jenis hewan yang populasinya terus mengalami pengurangan akibat kerusakan kawasan hutan di sebagian wilayah NTB, tempat mereka tinggal, makan dan berkembang biak.
“Data terakhir, Jumlah hewan rusa yang masih tersisa di NTB sekang ini hanya sekitar 950 ekor” kata Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) NTB, Widodo di Mataram, Senin (9/1/2016).
Menurutnya jumlah tersebut selain berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Pulau Sumbawa, juga berada di tempat penangkaran oleh masyarakat.
Pengurangan jumlah hewan rusa tersebut dikhawatirkan akan terus berlangsung kalau tidak segera diselamatkan, karena itu untuk menyelamatkan populasi hewan rusa tidak mengalami kepunahan.
“Selain terus berupaya melakukan penghijan kembali kawasan hutan yang mengalami kerusakan, BKSDA bersama Dinas Kehutanan akan menjadikan sebagian Kawasan Hutan Sesaot sebagai tempat pengembangbiakkan rusa.”
Ditambahkan, dengan adanya upaya pengembangbiakan tersebut, keberadaan hewan rusa akan terselamatkan dari kepunahan. Pengunjung Taman Wisata Alam Hutan Sesaot Lombok Barat juga bisa menjadikannya sebagai wisata binatang.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...