Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah

MINGGU, 29 JANUARI 2017

JAKARTA — TAMAN MINI INDONESIA INDAH — Selain masjid, gereja, vihara dan pura, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga terdapat tempat beribadah bagi umat Konghucu, yakni Kelenteng Kong Miao. Berada tidak jauh dari Taman Legenda Keong Mas, bangunan yang peletakan batu pertama dilakukan pada 2 Februari 2009 oleh Menteri Agama Dr.Maftuh Basyuni selesai pengerjaannya 23 Desember 2010 dan diresmikan pemakaiannya oleh Ketua Umum Yayasan Harapan Kita, Hj.Siti Hardiyanti Rukmana.

Tampak depan Kelenteng Kong Miao

Memasuki gerbang kelenteng, pengunjung dapat menyaksikan Ornamen Patung Kilin (Qilin), lambang cinta kasih dalam gemilangnya kebajikan. Kilin adalah makhluk suci bersisik dengan warna hijau menyala, yang muncul berkali-kali dalam peristiwa suci Agama Khonghucu atau disebut Rujiao ketika menjelang lahir dan wafat Nabi Agung Kong Zi, Khongcu, atau Confucious 551-479 SM. Bentuk tubuhnya menyerupai kijang namun berkepala naga.

Patung Kilin

Kompleks Kelenteng Kong Miao terdiri tiga bangunan inti, yakni Tian Tan (Altar Suci) dengan bentuk bundar melambangkan kesempurnaan Tuhan. Bangunan ini beratap susun tiga dengan atap teratas bernama Tian (Tuhan), atap tengah dinamakan Ren (Manusia) dan atap terbawah disebut Di (bumi atau alam semesta). Sebelum memasuki Tian Tan, ditempatkan hiolo atau dupa untuk memanjatkan doa kepada sang pencipta alam semesta, yakni Tuhan.

Deretan patung dewa suci umat Khonghucu

Bangunan kedua bernama Dan Cheng Dian atau Kelenteng Nabi. Bentuknya empat persegi panjang dengan arsitektur khas Tiongkok berlantai dua. Lantai pertama digunakan oleh pengelola Kelenteng sebagai kantor dan perpustakaan, sedangkan lantai kedua berisi altar Tuhan, altar Nabi dan ruang kebaktian atau ibadah.

Prasasti peresmian Kelenteng Kong Miao

Bangunan ketiga disebut Qi Fu Dian, artinya Kelenteng Berkah. Di dalamnya terdapat altar untuk menghormati Para Suci (Spirit, Malaikat, dan Leluhur). Bangunan berbentuk bujur sangkar ini ditopang delapan tiang penyangga. Berdiri gagah di atap bangunan ini sepasang naga dan lambang agama Khonghucu.

Suasana halaman Kelenteng selepas ibadah

Jadwal Kebaktian Rutin ( Chee it dan Cap Go) Kelenteng Kong Miao diatur oleh badan pengelola internal bekerja sama dengan para donatur yang tergabung dalam MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) pukul 18.30 setiap harinya. Kelenteng Kong Miao nan megah ini berhasil menambah khazanah keragaman tempat ibadah di TMII, serta menjadi salah satu obyek wisata yang dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara dari lintas agama.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...