SENIN, 23 JANUARI 2017
BANTUL — Prestasi para pemuda Desa Guwosari, Pajangan, Bantul yang tergabung dalam Kelompok Karang Taruna Dipo Ratna Muda ini memang patut dibanggakan. Tak hanya mampu menggerakkan seluruh elemen desa untuk saling bersinergi, mereka juga terbukti mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sekaligus memajukan desa dengan berbagai inovasi yang mereka lakukan.
![]() |
| Para pegiat Karang Taruna Dipo Ratna Muda dan fasilitas ambulan keliling 24 jam untuk warga . |
Atas berbagai usaha tersebut, Karang Taruna Dipo Ratna Muda Guwosari Pajangan ini pun telah mampu mendapat banyak prestasi. Selain pernah menyandang Karang Taruna Berprestasi pada 2009 lalu, pada Desember tahun 2016 kemarin, mewakili DIY, Karang Taruna Dipo Ratna Muda juga berhasil mendapat penghargaan sebagai Karang Taruna Terbaik di seluruh Indonesia, mengalahkan sejumlah karang taruna lain dari 33 provinsi lainnya.
“Penghargaan sebagai karang taruna terbaik ini kita dapatkan setelah melalui ajang seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Sejumlah bidang penilaian antara lain bidang rekreasi, olahraga dan kesehatan, bidang usaha ekonomi produktif, hingga bidang usaha kegiatan sosial, dan administrasi pemerintahan,” ujar Ketua Karang Taruna Dipo Ratna Muda, Masduki Rahmad, kepada Cendana News belum lama ini.
Didirikan pasca gempa Bantul pada tahun 2006 lalu, Karang Taruna Dipo Ratna Muda dianggotai pemuda-pemudi yang berasal dari 15 dusun yang ada di Desa Guwosari, Pajangan, Bantul. Meski susunan kepengurusan mayoritas merupakan anak-anak muda, namun mereka selalu melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Karang taruna ini juga menggandeng sejumlah pihak sebagai mitra kerja, mulai dari lembaga pemerintah, LSM, komunitas, maupun swasta.
Masduki membeberkan, berbagai program kegiatan telah dilakukan. Di bidang olahraga dan rekreasi, misalnya, karang taruna ini rutin membina dan menyelenggarakan even olahraga mulai dari sepakbola, voli hingga futsal bagi para pemuda desa. Di bidang kesenian, mereka juga rutin menyelenggarakan even-even budaya, misalnya, Grebeg Selarong yang digelar di Goa Selarong, goa bersejarah yang ada di wilayah desa mereka.
![]() |
| Salah satu bentuk kepedulian memberi pertolongan pada masyarakat. |
“Kita juga memiliki sejumlah usaha produktif yakni pembayaran listrik secara online, jasa penyewaan dekorasi untuk hajatan, hingga kebun bibit desa dan budidaya ikan lele. Saat ini kita juga sedang mulai membuat usaha cuci kendaraan. Semua usaha ini dilakukan oleh para pemuda desa,” ujarnya.
Di bidang sosial, Karang Taruna Dipo Ratna Muda rutin memberikan santunan pada anak yatim-piatu. Mereka juga memiliki forum komunitas difabel sebagai naungan warga desa yang memiliki kebutuhan khusus. Tak hanya rutin memberikan pelayanan obat gratis, mereka juga memberikan santunan maupun pendidikan bagi mereka tidak mampu. Salah satu yang tak banyak dimiliki karang taruna lain adalah pelayanan mobil ambulan gratis bagi warga desa selama 24 jam.
“Di bidang pariwisata, kita terus berupaya mengembangkan Goa Selarong, sebagai aset desa agar dapat kembali menjadi lokasi wisata andalan di Bantul. Selain dengan rutin menggelar dan menambah even-even budaya, kita juga membuat wahana olahraga sekaligus rekreasi berupa repling atau penurunan tebing bagi pengunjung di sana. Selain itu, kita juga tengah mengembangkan even tracking sepeda yang selama ini sudah ada dengan memadukan unsur olahraga dan pariwisata,” bebernya.
Sementara itu, di bidang ekonomi kreatif dan dan kuliner, Karang Taruna Dipo Ratna Muda juga rutin memproposikan potensi-potensi yang ada di Desa Guwosari dalam berbagai even pameran. Sejumlah usaha kuliner dan kerajinan terdapat di desa ini, mulai dari makanan khas ingkung, kerajinan batik kayu, kerajinan kipas, batok kelapa, blangkon, hingga batik tulis.
“Selain dari pemerintah, dana untuk menggelar berbagai kegiatan karang taruna kita peroleh dengan bekerjasama dengan mitra kerja, baik pihak swasta maupun pihak lain. Selain itu kita juga mendapat hasil dari usaha produktif yang kita jalankan. Namun, memang yang paling ampuh justru berasal dari swadaya masyarakat desa sendiri,” ujarnya.
Masduki mengakui, salah satu tantangan terberat dalam menggerakkan sebuah karang taruna adalah menumbuhkan jiwa sosial, khususnya pemuda untuk bersama-sama dapat membangun desa. Selain memiliki kesibukan masing-masing, tak semua pemuda dikatakan memiliki kemauan dan pandangan yang sama untuk ikut membangun dan memajukan desa. Terlebih tanpa adanya imbalan materi sebagaimana organisasi profit lainnya.
![]() |
| Ketua Karang Taruna Dipo Ratna Muda, Masduki Rahmad. |
“Memang karang taruna ini kan organisasi nonprofit sehingga menumbuhkan jiwa sosial itu sangat sulit. Banyak pemuda desa yang tidak mau bergabung karena sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka yang lulus perguruan tinggi, kebanyakan juga lebih memilih bekerja di luar daerah sehingga tidak punya banyak waktu untuk ikut membangun desanya sendiri. Namun, selama ini kita tetap terus dan terus berusaha untuk merangkul semua pemuda desa yang ada. Dimulai dari lingkungan terdekat kita,” pungkasnya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

