Didiami Beragam Etnis, Masyarakat Kota Tua Ampenan Tetap Rukun

SABTU, 7 JANUARI 2017

MATARAM — Sebagai bekas pelabuhan perdagangan dan pusat kegiatan prekonomian, di sekitar Kota Tua Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), banyak didiami masyarakat dengan latar belakang suku, agama dan ras yang beragam. Meski demikian, kehidupan dan kerukunan di antara masyarakat Ampenan hingga kini masih terjalin baik dan harmonis.
Kota Tua Ampenan.
Salah-satu tokoh masyarakat Kota Ampenan, Lingkungan Gatep, Mustafa, ditemui Sabtu (7/1/2017), mengatakan, di Kecamatan Ampenan, terutama di sekitar kawasan Kota Tua, terdapat masyarakat dari berbagai etnis dan suku. Mulai dari Suku Sasak Lombok, Bugis, Jawa, Tionghoa dan Arab. Karenanya, tidak heran jika di Kecamatan Ampenan terdapat nama kampung berdasarkan suku dan Etnis. “Ada Kampung Bugis, Kampung Melayu, Kampung Arab, dan beberapa kampung lain, yang memang banyak didiami masyarat dari suku dan etnis tersebut,” ungkapnya.
Namun demikian, selama bertahun-tahun semua masyarakat tetap hidup rukun dan bersaudara. Tidak pernah terjadi perselisihan dan persinggungan. Semua warga bisa hidup damai, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. “Kami dan semua warga sejak dulu hingga sekarang terus berkomitmen untuk menjaga kerukunan antar etnis, dengan saling menghormati satu sama lain,” pungkasnya. 

Jurnalis : Turmuzi / Editor : Koko Triarko / Foto : Turmuzi

Lihat juga...