Cuaca Buruk ASDP Bakauheni Himbau Nahkoda Koordinasi Dengan STC

JUMAT 13 JANUARI 2017
LAMPUNG—Kondisi cuaca di Perairan di lintasan Selat Sunda cukup ekstrem dalam beberapa hari ini berupa arus yang cukup kencang dan kecepatan angin yang berhembus cukup kencang dengan kecepatan hingga 5-20 knots. Cuaca seperti ini  mengganggu pelayaran kapal kapal roll on roll off (Roro).
Proses sandar kapal di dermaga satu Pelabuhan Bakauheni dalam kondisi cuaca tak bersahabat.
Pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni memberikan himbauan dan kordinasi dengan perusahaan pelayaran. General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni Eddy Hermawan bahkan mengungkapkan telah memberikan himbauan secara lisan kepada seluruh perusahaan pelayaran khususnya nahkoda untuk lebih berhati hati dalam kondisi cuaca berangin dan gelombang tinggi.
Eddy Hermawan saat dikonfirmasi Cendana News mengungkapkan cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kapal kapal Roro yang berada di alur masuk dan alur keluar harus lebih berhati hati karena di wilayah tersebut berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan tidak terhalang beberapa pulau yang berpotensi gelombang tinggi dan angin kencang. 
Akibat gangguan cuaca tersebut berimbas pada terjadinya  stagnasi terhadap lalulintas pelayaran kapal di Selat Sunda akibat waktu tempuh perjalanan kapal yang terhambat. Ia bahkan menghimbau agar perushaan pelayaran lebih mengutamakan untuk mengoperasikan kapal kapal yang dengan kapasitas besar di atas 5000 GT dalam situasi cuaca ekstrem.
“Kita selalu koordinasikan dengan syahbandar dan otoritas pelabuhan penyeberangan untuk keselamatan berlayar terutama saat ini kondisi cuaca sedang tidak baik dan bagi nahkoda juga agar bisa lebih berhati hati dalam aktivitas berlayar terutama saat akan sandar di dermaga,”terang General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News di Pelabuhan Bakauheni,Jumat (13/1/2017)
Lanjutnya PT ASDP Cabang Bakauheni terus berkoordinasi dengan pihak stasiun traffic control (STC) dan pihak kantor syahbandar dan otoritas pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Bakauhen. Pihaknya  memantau prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  terkait kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Sunda. 
Eddy Hermawan mengakui akibat kondisi cuaca yang tak bersahabat mengakibatkan waktu pelayanan kapal sandar dan bongkar muat (port time) yang semula normal 45 menit bisa mencapai 60 menit.  Sementara waktu berlayar (sailing time) normal semula sekitar 2,5 jam bisa  mencapai 3,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak Banten.
Truk mengular paska keluar dari Pelabuhan Bakauheni di pintu keluar setelah menyeberang dari Merak.
Meski demikian kondisi cuaca buruk yang masih berlangsung di perairan Selat Sunda tidak mengubah jumlah kapal yang beroperasi di Lintasan Selat Sunda. Berdasarkan data PT ASDP Cabang Bakauheni dalam sehari kapal Roro yang beroperasi di lintasan Selat Sunda mencapai 90 trip perhari dengan jumlah kapal mencapai 27 hingga 28 kapal.
Kondisi cuaca tak bersahabat yang dominan terjadi pada sore hingga malam hari dengan angin kencang dan gelombang tinggi berimbas gangguan aktivitas olah gerak kapal khususnya saat akan melakukan kegiatan sandar. Alun gelombang di perairan alur masuk diprediksi menjadi penyebab nahkoda mengalami kesulitan saat akan bersandar pada bagian fender yang ada di dermaga.
Hingga saat ini ungkap Eddy Hermawan jumlah produksi angkutan kendaraan berbagai jenis di luar kendaraan roda dua mengalami penurunan dari sejak 2015 hingga  2016. Salah satu faktor yang mempengaruhi di antaranya keberadaan Pelabuhan Panjang dan LCT di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
“Tidak bisa kita pungkiri keberadaan dua pelabuhan yang juga mengangkut truk dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa tersebut mempengaruhi produksi angkutan di Pelabuhan Bakauheni milik ASDP sekitar empat persen,”ungkapnya.
Berdasarkan data realisasi angkutan dari Pelabuhan Bakauheni, Panjang dan LCT jumlah kendaraan yang menyeberang melalui pelabuhan LCT dalam sehari mencapai 123 unit dari Pelabuhan LCT Bakauheni tujuan Bojonegara, sementara di Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Priok mencapai 240 unit per hari. Jumlah tersebut diakui mengurangi angkutan yang menggunakan jasa penyeberangan melalui PT ASDP Cabang Bakauheni.
Khusus untuk kendaraan campuran diluar kendaraan roda dua tercatat PT ASDP menyeberangkan sebanyak 4.500 unit kendaraan pada tahun 2015 sementara kendaraan diluar kendaraan roda dua yang diseberangkan perhari mencapai 3.987 unit per hari.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni,Eddy Hermawan.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...