Citayam Tidak Lagi Sebuah Desa (1) Terimbas Kemacetan Depok

RABU 18 JANUARI 2017

CITAYAM—Bukan  Lagi  desa tetapi  juga jauh dari layak untuk disebut kota.  Demikian julukan yang pas untuk Desa Citayam yang terletak dalam wilayah Kabupaten Bogor tetapi perbatasan dengan Kota Depok.  Desa berpenduduk lebih dari 10 ribu jiwa ini  menjadi kawasan dormitory juga (warganya sebagian kerja di Jakarta dan seperti menumpang tidur di Citayam).  Akses untuk keluar Citayam yang terutama melalui kereta commuter Bogor-Jakarta.  

Kemacetan di Citayam.

Tetapi justru di stasiun inilah kecametan parah yang mengangggu warga terjadi.  Kemacetan ini yang membuat Citayam bukan lagi sebuah desa seperti puluhan tahun yang silam.

Selasa (17/1) malam terjadi kemacetan parah di sepanjang jalan stasiun Citayam hingga pintu perlintasan yang mengarah ke pasar Citayam. Kemacetan ini disebabkan oleh angkutan kota D-05 yang menarik penumpang tidak pada tempatnya sehingga menyebabkan antrean panjang di jalan stasiun Citayam. Kemacetan ini bukan kali pertama terjadi, melainkan terjadi hampir setiap hari. Bahkan sampai malam hari kemacetan. Akibatnya situasi di sekitar stasiun itu tak ubahnya seperti Jakarta. 
Selain angkutan kota, ojeg pangkalan stasiun Citayam juga memiliki peran dalam kemacetan yang terjadi. Sekalipun di teras stasiun, dapat membuat angkutan kota atau mobil pribadi yang lewat jalan tersebut harus mengurangi kecepatan hingga 5 km/Jam. Hal lain yang menyebabkan kemacetan di stasiun Citayam adalah inkonsistensi pengendara roda dua yang tidak tentu arahnya. 
 “Motornya nggak bisa diatur bang! Mau maunya sendiri!” kata Yusup (25) seorang supir angkutan. Hal yang berlawanan dikatakan oleh Afuk (54)  dia berpendapat bahwa penyebab kemacetan adalah angkutan kota yang ngetem (berhenti untuk  mencari penumpang)sembarangan.
Lebar jalan Stasiun Citayam berkisar 6-7 meter, dengan pertokoan di samping kanan dan kirinya menyebabkan jalan ini memiliki permasalahan tersendiri yang memerlukan kesadaran dari pihak phak terkait untuk mengatasi hal tersebut. selain itu diperlukan juga kesadaran dari semua pengguna kendaraan untuk bersabar dan tidak terburu-buru.

Menurut pengamat tata kota dan staf pengajar  dari Universitas Trisakti kemacetan yang terjadi di Citayam adalah akibat sampingan yang terjadi di tetangganya Kota Depok. Sebagai kota penyangga  Ibu Kota, Depok tak terelakan menahan ledakan penduduk.  Depok berkembang tanpa struktur dan infrastuktur memadai sementara perumahan tumbuh masif,  Jaringan jalan yang berkembang  hanya di sekitar Margonda dan titik tertentu.

“Akibatnya kemacetan terjadi di mana-mana termasuk bagian belakang Kota Depok, di antara Citayam. Permasalahan di Citayam ini ialah satu-satunya akses bagi warganya keluar adalah melalui kereta commuter. Harusnya jaringan jalan baru dibangun.  Kalau ini dilakukan permasalahan lain menunggu yaitu bagaimana pembebasan lahannya. Namun bila ini tidak dilakukan maka areal kemacetan akan semakin meluas,” papar Yayat ketika dihubungi Cendana News (Rabu,18/1).

Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho
Lihat juga...