![]() |
| Kantor pusat Kopdit Pintu Air di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita. |
Dikatakan Yakobus, akhir Desember 2016 jumlah anggota Kopdit Pintu Air mencapai 153.362 anggota, bertambah 38.109 anggota dari sebelumnya di tahun 2015 yang berjumlah 115.253. Total karyawan Pintu Air sebanyak 558 orang
“Jumlah anggota kita terbanyak ranking empat dan mudah-mudahan dari jumlah anggota tahun ini kita bisa masuk ke peringkat ketiga nasional,” ujarnya.
Untuk aset Pintu Air, terang Yakobus, masih setengah triliun rupiah hampir mendekati 1 triliun rupiah. Secara nasional, peringkat Pintu Air berada di bawah tiga Kopdit lain di wilayah Borneo, yakni Lantang Tipo Sanggau, Keling Kumang Sekadau, dan Pancur Kasih Ketapang.
“Aset kita jauh di bawah ketiga koperasi asal Kalimantan ini. Selain itu peringkat ke enam sampai sepuluh berasal dari Kalimantan semua. Jadi dari 10 koperasi besar, 8 koperasi berasal dari Kalimantan,” bebernya. Sedangkan di NTT, lanjut Yakobus, Pintu Air yang didirikan pada tahun 1995 ini menempati peringkat nomor wahid dari 3.727 Kopdit yang tersebar di 22 kabupaten dan kota di provinsi yang dianggap sebagai provinsi koperasi ini.
Pintu Air, beber mantan karyawan BRI ini, hingga awal 2017 memiliki kantor cabang sebanyak 36 di hampir semua kabupaten dan kota di Provinsi NTT. 16 kantor cabang pembantu termasuk di luar NTT, yakni di Dompu Provinsi NTB, Surabaya di Jawa Timur, dan Makassar Sulawesi Selatan.
“Tantangan terbesar kami adalah satu orang bisa menjadi anggota di dua koperasi atau lebih sehingga perkembangan anggota pun lambat,” ungkapnya.
| Yakobus Jano, Ketua Kopdit Pintu Air. |
Dengan demikian, pungkas Yakobus, Pintu Air fokus mengembangkan usaha di luar Kabupaten Sikka. Selain itu tantangan juga berasal dari dunia perbankan sebab bank juga mengucurkan kredit usaha seperti kredit usaha rakyat.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor Satmoko / Foto: Ebed de Rosary