JUMAT 23 DESEMBER 2016
MAUMERE—Uskup Maumere,Mgr. Gerulfus Kherubiem Pareira,SVD meminta umat Katolik Keuskupan Maumere agar selalu menghindari mental yang berujung pada perilaku koruktif. Pesan Uskup Maumere ini disampaikan dalam Surat Gembala Adven dan Natal 2016 dengan tema “Saatnya Keluarga Membantu Keluarga Mempersiapkan Kelahiran Juru Selamat dan Melindungi Hak-Hak Anak dari Kekerasan.”
![]() |
| Uskup Maumere Mgr.Gerulfus Kherubiem Pareira,SVD. |
Dalam Surat Gembala yang diterima Cendana News, Uskup Maumere mengatakan, melalui media massa, setiap hari umat membaca persoalan korupsi diangkat ke permukaan dan pelakunya ditangkap, diadili serta dijatuhi hukuman.
“Usaha pemberantasan korupsi bagai mengurai benang kusut, saling terkait bahkan membentuk tali temali yang tidak jelas ujungnya,” ujarnya.
Dorongan perilaku korupsi sebut Uskup Kherubiem muncul dari dalam diri setiap individu maupun masyarakat sekitarnya. Dari dalam diri disebabkan karena gaya hidup yang tidakseimbang dengan penghasilan.
Selain itu dorongan dari dalam diakibatkan adanya sifat tamak, serakah dan rakus yang membuat orang selalu tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Sedangkan dari luar diakibatkan lunturnya nilai-nilai luhur budaya jujur.
“Dorongan dari luar juga akibat terjadinya pembenaran atas perilaku koruptif, serta lemah dan kurang berfungsinya penegakan hukum.” tegasnya.
Untuk itu. Uskup asli Sikka ini menghimbau umat Katolik di Keuskupan Maumere agar dalam masa adven ini kita memberikan perhatian khusus terhadap penanaman nilai-nilai luhur kehidupan di dalam keluarga.
Ini penting ungkap Uskup Kherubiem agar segenap anggota keluarga boleh menghayati sifat kerja keras dan pengorbanan demi memperoleh sesuatu yang lebih berharga dan berarti untuk kehidupan serta menghindari mental santai yang berujung pada perilaku koruptif.
Masalah kekerasan dalam rumah tangga juga tak luput disorot Uskup Kherubiem dengan menyebutkan satu hal menjadi penyebab semua ini yakni lemahnya penghayatan sikap saling mendengarkan dan menghormati.
Hal ini lanjutnya akan berakibat pada terlantarnya anak-anak dimana hak-hak anak-anak tidak dilayani, kehilangan perhatian dan mereka juga akan kehilangan perlindungan dari orang tua.
“Saya mengajak umat sekalian agar dalam masa adven ini kita berkatakese atau komunikasi atau dialog tentang peningkatan kesadaran mengenai perlindungan anak,” pungkasnya.
Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary