KAMIS 22 DESEMBER 2016
SOLO — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Tjondro Kirono menyatakan telah menangkap sejumlah anggota Ormas yang diduga terlibat dalam aksi sweeping di salah satu restoran di Solo, pada Minggu (17/12/16) kamarin. Setidaknya ada 8 orang yang saat ini diamankan di Mapolda Jateng.
![]() |
| Kapolda Jateng Irjen Pol Jtondro Kirono memperlihatkan barang bukti dalam kasus sweeping yang dilakukan salah satu Ormas di Solo |
“Beberapa hari terkahir kita tangkap sejumlah pelaku yang diduga terkait aksi sweeping di social kitchen Solo. Pelakunya lebih dari 20 orang tapi yang kita tangkap 5 pimpinannya,” ucap Kapolda kepada awak media usai Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kamis (22/12/16).
Tak hanya 5 orang, Polda Jateng pada Rabu malam kemarin juga menangkap 3 orang yang juga diduga ikut dalam aksi sweeping tersebut. Tiga orang inipun ditangkap di tiga lokasi yang berbeda. “Hasil pengakuan dari Pimpinan Ormas itu, semalam kita tangkap 3 pelaku lapangan lain,” urainya.
Dilakukannya penangkapan terhadap sejumlah orang yang selama ini aktif dalam Ormas Islam di Solo tersebut karena dinilai telah meresahkan masyarakat. Bahkan, Kapolda menyebut, aksi sweeping yang dilakukan pada Minggu itu juga diikuti dengan aksi pengrusakan dan penganiayaan.
“Kita juga telah periksa korban yang dianiaya ormas tersebut. Aksi sweeping itu bahkan hingga ada perampasan barang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Kapolda Jateng juga menunjukkan beberapa barang bukti dalam aksi sweeping yang dilakukan ormas tersebut. Di antaranya satu unit tab, foto korban penganiayaan dan sejumlah uang yang diambil dari restoran dan hiburan tersebut.
“Untuk menjaga Kantibmas, segala bentuk sweeping akan kita tindak tegas. Kita juga akan perketat pengamanan dan pengawasan terutama antisipasi teror pada Natal dan tahun baru,” pungkas Kapolda.
Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid