Peralihan Status Bank NTB Jadi Syariah Bisa Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi NTB

RABU 21 DESEMBER 2016

MATARAM—Peralihan status bank Nusa Tenggara Barat (NTB) dari konvesional menjadi bank syariah diharapkan bisa berkontribusi mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB dengan sistem yang digunakan dalam menjalankan usahanya.
: Gubernur NTB saat berbicara di acara bank NTB.
“Kita berharap, perlihan status bank NTB tersebut tidak sekedar formalitas, tapi betul-betul mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi kita di NTB” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi di Mataram, Rabu (21/12/2016).
Ia juga meminta supaya pihak manajemen NTB untuk melakukan sosialisasi tentang keuntungan menggunakan produk bank NTB syariah, karena bagaimanapun belum masyarakat memahami secara baik bagaiman keuntungan menggunakan produk syariah.
Majdi pun mengaku, selaku pemegang saham dirinya bersama pemegang saham lain dari Bupati Walikota di bank NTB siap mendukung dan membentengi setiap kebijakan bank NTB dari gangguan pihak manapun, selama pihak manajemen dalam menjalankan kerja dilakukan secara profesional.
“Bank NTB syariah nantinya diharapkan bisa menjadi pelopor dan menjadi pusat ekonomi syariah dunia, kalau ini bisa terlaksana dengan baik, akan menjadi contoh keuangan syariah di Indonesia bahkan di dunia” katanya.
Sementara itu, General Manager bank NTB, Komari Subakir mengatakan, peralihan status Bank NTB dari konvensional menjadi syariah ditargetkan mulai beroprasi pada Agustus 2018.
Saat ini pihaknya masih melakukan perekrutan konsultan ahli IT produk jasa, provider IT untuk menjalankan operasional bank NTB syariah nantinya, termasuk pengembangan organisasi sangat penting dalam upaya konversi bank NTB, dengan tenaga pendmping berkualitas.
“Prekrutan konsultan SDM juga menjadi prioritas, karena kami sadar keberhasilan suatu jasa atau usaha jasa keuangan akan sangat ditentukan oleh faktor SDM yang berkualitas.”
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Turmuzi
Lihat juga...