Papang Jakfar, Sosok Pencipta Maskot Baru Kota Malang Singa dan Burung Manyar

SABTU, 17 DESEMBER 2016

MALANG — Terpilihnya Osi dan Ji sebagai maskot Kota Malang tidak dapat dipisahkan dari sosok Papang Jakfar, yang tidak lain merupakan desainer maskot bergambar Singa dan Burung Manyar tersebut. Papang adalah salah-satu pemuda kreatif asli Malang, Jawa Timur, yang kini tinggal di Jalan Tirtorahayu, Landungsari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Papamg Jakfar dan maskot Osi dan Ji buatannya, yang kini menjadi maskot baru Kota Malang.
Sebagai warga Malang, ia mengaku bangga karena desainnya terpilih menjadi maskot Kota Malang. Usai desainnya terpilih menjadi juara, anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Miselan dan Sutiamah ini pun tak segan menceritakan proses pembuatan maskot Osi dan Ji dari awal kepada Cendana News.
Ia menceritakan, sebelum membuat maskot ini, para peserta lomba yang berjumlah 25 peserta diundang untuk mengikuti workshop oleh Pemerintah Kota (Pemko) Malang. Dalam workshop tersebut, semua peserta diberi pengarahan mengenai sejarah Kota Malang, yang kemudian harus diterjemahkan sendiri oleh masing-masing peserta.
“Dalam maskot Osi dan Ji, saya melihat beberapa ciri khas Kota Malang, yakni sebagai kota pendidikan, kota asri, dan fauna yang berhubungan dengan Malang dan bahasa walikan khas Malang,” jelasnya, Jumat (16/12/2016).
Menurutnya, terlepas dari Arema, di zaman Hindu dan Budha di kota Malang ini banyak terdapat Prasasti Singa yang bisa disaksikan di Candi-candi, terutama di Candi Kidal dan Candi Badut. Bahkan, di zaman Belanda, lambang Kota Malang ternyata juga Singa. Baru kemudian setelah Indonesia merdeka, sejak tahun 1987 logo Singa juga dipakai Arema.
Sedangkan Burung Manyar, berdasarkan SK Gubernur nomor 5225/16774/032/1996 telah ditetapkan sebagai ciri khas fauna Kota Malang.
“Karena itu, saya memilih Singa dan burung Manyar sebagai figur dari maskot Kota Malang ini, yang kemudian saya beri nama Osi dan Ji,” akunya. 
Masih menurut Papang, ternyata dari dulu, Kota Malang memang terkenal akan keasriannya hingga sekarang, yang ditandai dengan banyaknya taman yang dibangun. Selain itu, Kota Malang juga terkenal sebagai kota pendidikan yang dibuktikan dengan banyaknya kampus yang berada di Malang.
“Warna hijau yang mendominasi maskot Osi dan Ji itu sebagai penggambaran keasrian Kota Malang, dan gambar dua buah dasi yang dikenakan Osi identik dengan Pramuka melambangkan Malang sebagai kota pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu, Papang mengatakan untuk penamaan Osi yang dilambangkan dengan Singa dan Ji untuk burung Manyar, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kata Osi, berasal dari kata walikan, yaitu Iso yang dalam bahasa Indonesia berarti Bisa, sedangkan, Ji berasal dari kata siji atau satu.
“Kalau kedua kata tersebut disatukan menjadi Iso Siji, akan bermakna ‘bisa menjadi satu’ atau bisa juga dimaknai ‘bisa menjadi nomor satu’, karena harapannya, Kota Malang bisa menjadi nomor satu di Indonesia,” urainya.
Lebih lanjut remaja lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang tahun 2014 ini menyampaikan, untuk membuat maskot Osi dan Ji, dirinya hanya diberi waktu selama 10 hari. Papang mengaku, mulai konsep hingga desain semuanya dilakukan sendiri.
Sementara itu, disebutkan, usai lulus kuliah saat ini kesibukan Papang Jakfar megerjakan pesanan desain logo, maskot dari berbagai kalangan. Beberapa hasil karyanya juga bisa dilihat di www.papangkingdom.com.

Jurnalis : Agus Nurchaliq / Editor : Koko Triarko / Foto : Agus Nurchaliq

Lihat juga...