Mahasiswa di Sragen Jawa Tengah Gelar Aksi Tolak Radikalisme dan Terorisme

Sabtu, 10 Desember 2016

SOLO — Akhir pekan, puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina, di Sragen, Jawa Tengah, justru menggelar aksi turun jalan di depan Kantor Kementerian Agama. Aksi unjuk rasa itu tak lain untuk menolak merebaknya paham radikalisme dan terorisme yang dapat merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
Unjukrasa mahasiswa menolak paham radikalisme di Sragen Jawa Tengah
Koordinator aksi Fajar Nur Khasanah mengungkapkan, jika paham radikalisme secara  nyata telah menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI. Hal ini dikarenakan paham radikalisme itu telah masuk ke berbagai lini kehidupan bermasyarakat. “Oleh karena itu, kenapa kami aksi ke Kantor Kemenag agar menekankan tugasnya. Sejauh mana Kemenag menjalankan tugasnya untuk menyadarkan dalam kaitannya keberagamaan,” ucap Fajar dalam aksinya, Sabtu (10/12/16). 
Sedikitnya 30 mahasiswa ikut bergabung dalam aksi menolak paham Radikalisme  di Sragen tersebut. Mereka mendesak Kemenag lebih intens memberikan pemahaman akan keberagaman dan keberagamaan. “Ini kita lakukan karena gerakan radikal itu telah terdeteksi masuk ke sejumlah tempat di Sragen. Bahkan, paham itu diterangari telah disisipkan ke sejumlah sekolah sebagai materi pembelajaran,” imbuhnya. 
Yang sangat disayangkan kalangan mahasiswa adalah, sering kali gerakan-gerakan islam keras itu dengan mengatasnaman agama islam. Sementara Islam sendiri tidak mengajarkan tentang kekerasan. “Itu yang kami sangat sayangkan, gerakan radikal selalu  mengatasnamakan  agama,” tekannya.
Aksi tolak paham radikalisme dan terorisme di depan Kantor Kemenag Sragen, Jawa Tengah
Dalam aksi  ini, para mahasiswa turut serta membawa sejumlah poster berisi kecaman terhadap segala bentuk radikalisme. Seperti tolak radikalisme dan NKRI harga mati. Aksi mahasiswa ini diakhiri dengan mengajak seluruh masyarakat agar mewaspadai gerakan yang mengatasnamakan agama. Mahasiswa juga mengajak seluruh civitas akademika untuk membentengi kampus dari radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI.

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : Koko Triarko / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...