BANDUNG—Kabayan adalah tokoh imajinatif jenaka dari Tanah Sunda. Walaupun sikapnya lucu dan polos, tapi Kabayan juga cerdas. Dikisahkan seorang mahasiswa bernama Kabayan yang memiliki sifat malas, sukar bangun pagi dan juga tak pernah belajar. Namun akhirnya dia memiliki motivasi untuk menuntaskan kuliahnya setelah berkenalan dengan gadis bernama Iteung.
Pertunjukkan Kabayan.
Orang tua Iteung, yakni Ambu dan Abah yang antipati kepada Kabayan lantaran diniliai tak memiliki masa depan, memacu semangat belajar Kabayan hingga bisa wisuda. Cerita romansa Kabayan dan Iteung ini tersaji apik dalam drama teaterikal yang dipentaskan kaum disabilitas dari Smile Motivator, pada acara INFINITY di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Selasa (20/12) Malam. “Smile Motivator” merupakan sekumpulan orang berkebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu dan tuna daksa yang memiliki talenta, termasuk dalam berkesenian.
Tak hanya drama teater, pada acara bertajuk “Ability Has No Limit” ini pun menyuguhkan.pertunjukan lainnya dari kaum disabilitas, di antaranya, fashion show, stand up comedy, juga kaulinan barudak alias permainan ala Sunda dari PK-PLK Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Ketua Pelaksana Acara, Rashif (20) menyampaikan gelaran INFINITY ini adalah ujian akhir dari mata kuliah Rvent of PR (Public Relation). “Jadi kami di sini mahasiswa kehumasan ditugaskan untuk membuat sebuah pertunjukan sebagai tugas akhir mata kuliah,” ujar Rashif di sela acara.
Gelaran ini juga dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2016 lalu. Disampaikan, hajat ini pun bertujuan untuk menghapus stigma masyarakat mengenai penyandang disabilitas.
“Juga membantu pemerintah untuk mensosialisasikan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016,” imbuhnya.
Dia berharap publik bisa melihat potensi yang dimiliki penyandang disabilitas dalam kegiatan ini. Bahwa mereka pun memiliki kemampuan yang sama bahkan lebih daripada masyarakat pada umumnya.
“Ada yang bisa menari, bernyanyi, bermain alat musik dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Harapanya Infinity bisa memberi kontribusi untuk mengikis stigma sosial yang melekat pada para penyandang disabilitas,” pungkasnya.