Konsumsi Limbah Perusahaan Ikan, Ratusan Ternak Warga di TPA Wairii Sikka Mati Mendadak

SENIN, 5 DESEMBER 2016
MAUMERE—Ratusan ekor babi, kambing dan sapi yang merupakan binatang peliharaan warga yang dilepas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)Wairii Desa Kolisia Kecamatan Magepanda sejak bulan Oktober 2016 mati secara mendadak. Warga menduga kematian ratusan ekor ternak ini akibat mengkonsumsi kepala dan sisa potongan ikan Cakalang dan Tuna yang dibuang perusahaan ikan PT KCBS (Karya Cipta Buana Sentosa)  di TPA ini sejak bulan September 2016.

“Tiba-tiba ternak peliharaan kami mati dan kami menduga hewan-hewan ini mengkonsumsi sampah berupa kepala ikan dan potongan lainnya yang dibuang perusahaan ikan di tempat ini sebab sebelumnya binatang peliharaan kami sehat,” ujar Theresia Sila.

Bak penampung cairan dari limbah sampah yang ada di TPA Wairii Desa Kolisia.

Kepada Cendana News di lokasi TPA Wairii, Tres sapaannya menyebutkan, pihaknya sudah mengadukan hal ini ke kantor desa dan disepakati bahwa selama sebulan hingga akhir November  2016 perusahaan ikan KCBS tidak membuang limbah ikan di TPA Wairii.

“Ikan dibuang saja tanpa ditimbun sehingga selain menyebabkan bau busuk dan mencemari lingkungan, juga dikonsumsi binatang peliharaan warga sekitar yang saban hari makan makanan yang dibuang,” tuturnya geram.

Thomas Tesi salah seorang pengurus TPA Wairii yang ditemui media di lokasi TPA menjelaskan, dirinya pun mengalami kerugian ratusan juta rupiah sebab ratusan ekor babi peliharaannya mati mendadak. Padahal sebelum perusahaan ikan KCBS yang merupakan perusahaan PMA membuang limbah ternak mereka sehat.

“Semua ternak peliharaan saya dilepas dan makan makanan di TPA ini makanya saya heran kenapa tiba-tiba mendadak mati. Kami curiga limbah ikan yang dibuang mengandung formalin,” tuturnya.

Dugaan warga semakin kuat, lanjut Thomas, setelah kepala ikan yang dijemur hingga kering tersebut dibuang di kali mati, ikan dan kepiting yang ada di rawa-rawa semuanya mengambang ke permukaan.

“Kalau tidak mengandung racun tentu tidak mungkin ikan dan kepiting juga pun ikut mati meski tidak mengkonsumsinya,” kata Thomas penuh tanya.

Pihak perusahaan KCBS pun kata Thomas tidak memberikan ganti rugi kepada warga dan terkesan masa bodoh. Warga menanti kejelasan kasus ini namun tidak ditindaklanjuti hingga media mendengar dan memberitakan.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...