SELASA, 6 DESEMBER 2016
MAUMERE—Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumba Barat, Abdullah A. Bamuallim, meminta masyarakat Sumba Barat untuk membangun sikap toleransi antarsesama umat beragama sebab perbedaan merupakan ciptaan Tuhan.
Demikian disampaikan Ketua MUI Kabupaten Sumba Barat Abdullah A.Bamuallim, saat tatap muka tokoh masyarakat, tokoh agama dalam sebuah forum yang ada di Kabupaten Sumba Barat, Selasa (6/12/2016).
![]() |
| Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifuddin, S.Pd mengharapkan agar toleransi antarumat beragama harus selalu dijaga. |
Dalam rilis yang diterima Cendana News dikatakan, dalam pertemuan di aula Pemda Sumba Barat Abdullah mengatakan, dalam masyarakat majemuk menurut perspektif ajaran agama Islam kerukunan umat beragama perlu dijaga.
“Agama dalam perjalanannya senantiasa mengantar dan membimbing manusia pada puncak komitmen akan eksistensi iman dan memberikan kepedulian yang tinggi terhadap kaum dhuafa serta membangun dukungan tanpa batas antarsesama manusia,” tegasnya.
![]() |
| Peserta tatap muka di aula Pemda Sumba Barat di Waikabubak. |
Dikatakan Abdullah, perbedaan itu ciptaan Tuhan, untuk itu perlu kedepankan bersikap toleran sehingga tercipta kerukunan hidup antarumat beragama. Dirinya berterima kasih kepada masyarakat Sumba Barat khususnya, karena sampai saat ini tidak ada permasalahan yang terkait penistaan agama.
“Kerukunan umat beragama di Sumba Barat sangat terjaga sehingga keadaan ini merupakan tugas semua pihak untuk menjaga dan memeliharanya,’ pintanya.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole mengatakan, umat beragama di Sumba khususnya Sumba Barat harus kerja sama dan bergotong royong dalam melakukan pekerjaan supaya terjalin keakraban dan terhindar dari permasalahan yang ada.
“Saya mengimbau juga bagi yang menggunakan media sosial agar jangan saling menghasut karena itu nantinya bisa menimbulkan suasana tidak kondusif,” tegasnya.
Agustinus juga meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap isu dan provokasi yang dapat memecah belah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berterima kasih kepada pihak keamanan dalam hal ini TNI dan Polri yang sudah mengamankan Sumba Barat sehingga tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifuddin, S.Pd dalam kesempatan tersebut memaparkan adanya upaya-upaya dari pihak tertetu dan negara lain untuk mengadu domba masyarakat melalui teror, konflik, pelanggaran HAM, seperti demo pada 4 dan 25 November serta 2 Desember 2016. Semuanya itu, kata Fifin, dilakukan untuk menimbulkan konflik di Indonesia. Selain itu juga, sambungnya, ada usaha-usaha kelompok-kelompok orang yang ingin melakukan makar, usaha untuk menggulingkan pemerintah yang sah.
“Kita harus saling menghargai antarumat beragama sehingga dapat terbina kerukunan antarumat khususnya di wilayah Sumba. Saya bangga NTT sebagai provinsi paling bertoleransi antarumat beragama,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Dandim 1613 Sumba Barat Letkol Inf. Fifin Zudi Syaifuddin, S.Pd , Ketua MUI Kabupaten Sumba Barat Abdullah A.Bamuallim, Bupati Sumba Barat Drs.Agustinus Niga Dapawole serta Camat Kota Waikabubak Caterina Dade. Hadir pula staf Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat,
Forum Kerukunan Umat Beragama Sumba Barat, para kepala desa dan lurah di Kabupaten Sumba Barat serta tokoh adat dan tokoh agama.
Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary
