SELASA 20 DESEMBER 2016
SAMPANG —Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur daerah utara Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membuat debit air sungai Kemuning tepatnya berada di tengah kota ini meningkat drastis. Akibatnya air tersebut meluap karena sungai yang berada didataran rendah tidak mampu menampung air hujan dan akhirnya meluap hingga kembali merendam jalanan dan rumah-rumah warga pada hari Selasa (20/12/2016) dini hari.
![]() |
| Suasana banjir di Sampang. |
Banjir bagi masyarakat daerah ini merupakan agenda rutin pada saat musim hujan, sehingga meskipun di wilayah kota ini tidak diguyur hujan bisa saja terjadi banjir. Sebab banjir kerap merendam rumah penduduk ini merupakan banjir kiriman ketika di wilayah utara daerah ini sedang diguyur hujan dengan waktu lama dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
“Jadi banjir yang melanda kota ini terjadi sejak sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, itu merupakan banjir kiriman dari wilayah utara daerah ini, karena kemarin di wilayah kota tidak terjadi hujan. Tetapi di wilayah utara yang hujan hampir seharian, akibatnya air kiriman yang masuk ke sungai Kemuning meluap hingga merendam kota ini,” kata Wahyudi, salah seorang warga Kelurahan Rong Tengah, Kecamatan Kota Sampang, Selasa (20/12/2016).
Disebutkan, bahwa ketika banjir sedang melanda masyarakat mulai ketakutan, mereka khawatir hujan kembali terjadi, sehingga nantinya dapat membuat ketinggian banjir semakin bertambah. Pasalnya ketika pemukiman warga terendam jelas akan membuat mereka kebingungan, sebab aktivitas yang biasa ia lakukan tidak berjalan lancar seperti hari-hari biasanya.
“Musibah banjir ini memang tidak bisa dihindari lagi ketika pada saat musim, sehingga keresahan masyarakat setiap musim hujan terus terjadi. Karena banjir ini bukan satu atau dua kali saja, namun terlalu sering banjir melanda pemukiman penduduk di daerah ini,” jelasnya.
Sedangkan ketinggian banjir yang berkisar berkisar antara 30-50 sentimeter, itupun sangat menyulitkan warga untuk menjalankan aktivitas. Akibatnya mereka hanya memilih berdiam diri di rumahnya masing-masing sambil menunggu banjir surut.
Jurnalis: M. Fahrul/Editor: Irvan Sjafari/Foto: M.Fahrul