Sering Terguyur Hujan, Produksi Jambu Mete di Sumenep Menurun Drastis

JUMAT, 4 NOVEMBER 2016

SUMENEP — Tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membuat produksi jambu mete milik petani daerah setempat menurun drastis. Biasanya pada saat kondisi cuaca normal, para petani rata-rata bisa memanen jambu mete dengan jumlah yang cukup banyak, namun saat ini hasil yang mereka peroleh hanya sekitar 50 persen dari musim kemarau.
Biasanya petani dalam setiap panen bisa mencapai kurang lebih sekitar 50 Kilo gram per Hektar, tetapi dengan kondisi cuaca yang terus menerus terjadi hujan, produksi jambu mete yang diperoleh petani setiap panen hanya berkisar kurang lebih 25 Kilo gram per Hektar. Kondisi yang sangat tidak memungkinkan tersebut membuat para petani jambu mete banyak mengeluh, karena penghasilan yang diperoleh dari tanaman tahunan tersebut sangat tidak menjanjikan.
“Kalau sekarang tanaman jambu mete ini tidak bisa diharapkan, karena dengan adanya hujan yang secara terus menerus di daerah ini membuat produksi jambu mete menurun drastis. Sehingga hasil yang diperoleh petani jambu mete tidak sesuai harapan,” kata Fendi Sufyanto (28), salah seorang petani jambu mete di Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jumat (4/11/2016).
Disebutkan, bahwa tanaman jambu mete itu harapan satu-satunya bagi masyarakat daerah setempat untuk mendapatkan penghasilan yang menjanjikan, namun sayang keinginan tersebut jauh dari harapan akibat adanya hujan yang mulai tidak menentu. Padahal tanaman yang hanya bisa dipanen satu tahun sekali itu menjadi tumpuan masyarakat setempat yang merupakan daerah lahan tadah hujan untuk mendapatkan penghasilan melimpah guna bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Ketika musim hujan seperti ini tanaman mete milik petani ini tidak akan berbuah maksimal, karena bunga jambu mete tersebut rontok. Akibatnya buah jambu mete yang melekat di pohonnya akan tinggal sedikit, makanya kalau tidak sering diguyur hujan buah tanaman itu baru bisa maksimal,” jelasnya.
Para petani dalam memanen buah jambu mente biasanya dua hari sekali, sehingga hasil yang mereka panen dikumpulkan terlebih dahulu, apabila sudah terkumpul dengan jumlah banyak baru mereka menjual kepada pedagang yang ada di daerah setempat. Sedangkan saat ini harga jambu mete di daerah ini mencapai sekitar Rp.20.000 – Rp.25.000 per Kilo gram, itupun harga yang dipatok oleh pedagang disesuaikan dengan kwalitas mete itu sendiri.


Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : M. Fahrul

Lihat juga...