YOGYAKARTA — Penipuan berkedok investasi akhir-akhir ini semakin marak terjadi dan mengincar kaum pinggiran dan pedalaman. Masyarakat banyak yang mudah tertipu, karena terbatasnya informasi soal bentuk-bentuk investasi dan ketamakan ingin cepat kaya. Selain itu, beberapa penipuan berkedok investasi seringkali melibatkan tokoh masyarakat, sehingga warga mudah terjebak.
Semakin seringnya terjadi penipuan berkedok investasi atau investasi bodong yang kian marak mengincar warga di pedesaan itu, mendorong pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DI Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah setempat untuk membentuk sebuah satuan tugas khusus guna mencegah dan menindak terjadinya penipuan investasi.
Diharapkan, dengan terbentuknya satuan tugas yang diberi nama Satuan Tugas Waspada Investasi itu, sosialisasi dan edukasi tentang bentuk-bentuk investasi kepada masyarakat bisa dilakukan lebih intensif. Selain itu, pengawasan untuk antisipasi potensi investasi ilegal juga bisa dilakukan, sehingga masyarakat bisa terlindungi.
Demikian disampaikan Komisioner OJK DI Yogyakarta, Firdaus Djaelani, dalam sambutan peluncuran Satgas Waspada Investasi di Yogyakarta, Kamis (3/11/2016). Firdaus menjelaskan, satgas tersebut juga memiliki tugas untuk menghentikan dan melambatkan maraknya kasus penghimpunan uang di masyarakat, memeriksa dan mengklarifikasi serta menyusun rekomendasi tindak lanjut terhadap penanganan dugaan tindak penyelewengan investasi.
Dijelaskan Firdaus, Sagtas Waspada Investasi terdiri dari beberapa unsur, yaitu aparat penegak hukum, enam dinas Pemda DIY dan OJK Provinsi DIY. Satgas tersebut, menurutnya, sangat perlu dibentuk mengingat aksi penipuan berkedok investasi telah sedemikian marak terjadi tidak hanya di kota-kota besar, namun juga di desa-desa pedalaman.
Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta yang turut hadir dalam peluncuran Satgas Investasi mengatakan, Satgas Waspada Investasi akan semakin menjamin keamanan dalam berinvestasi dan mampu membuat orang merasa lebih tenang dan nyaman. Dengan demikian, katanya, iklim perekonomian juga semakin kondusif, sehingga semakin banyak mengundang investor yang berdampak kepada terbukanya lapangan pekerjaan baru.
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Koko Triarko