WTM Dorong Petani Menjadi Peneliti

JUM’AT, 28 OKTOBER 2016
MAUMERE — Wahana Tani Mandiri (WTM) selalu mendorong para petani dampingannya agar tidak saja bertani tapi juga bisa menjadi petani peneliti. Petani diajarkan memecahkan persoalan pertanian yang dihadapi dan tidak bergantung kepada pihak luar.

Demikian disampaikan Direktur WTM, Carolus Winfridus Keupung kepada Cendana News di kantornya Jumat (28/10/2016) terkait terpilihnya Beatriks Rika menjadi salah satu penerima penghargaan perempuan pejuang pangan yang dilaksanakan Oxfam Indonesia.
“Ada beberapa alasan mengapa WTM mendorong penelitian kawin silang padi. Alasan pertama, banyak padi lokal yang mulai punah karena masuknya padi-padi varietas luar, yang belum tentu cocok dengan wilayah Lio (Pulau Flores),” ujarnya.
Alasan kedua sambung Win, petani selama ini hanya dilihat sebagai penjaga kebun tetapi sekarang mereka mempunyai kemampuan untuk melakukan pemulian benih, agar memenuhi kebutuhan petani dengan varietas lokal.
WTM juga mengedukasi petani mengembangkan padi varietas lokal yang telah terbukti tahan terhadap hama. Padi lokal  cocok dengan iklim minim curah hujannya seperti Flores. Ini upaya kedaulatan benih karena petani harus memenuhi kebutuhan benih sendiri.
“Pemuliaan padi juga sebagai salah satu ilmu yang dapat meningkatkan kapasitas bagi petani di Sikka,” terangnya.
Sementara itu Koordinator Penelitian dan Pengelolaan Lingkungan, Herry Naif mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan menyediakan informasi yang holistik tentang varietas padi lokal dan karakter masing-masing varietas yang diidentifikasi dan dikawinkan.
Selain itu sambung Hery,WTM ingin menjadikan petani sebagai peneliti dalam meningkatkan kapasitas terutama penemuan varietas baru (pemulian) padi.
“Kami ingin memperdalam hasil penelitian benih demi terciptanya laboratorium padi lokal di Puskolap Jiro-Jaro, milik WTM,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Editor : Irvan Sjafari / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...