SELASA, 25 OKTOBER 2016
MATARAM — Dilaunchingnya sistem pelayanan publik berbasis Tekhnologi Informasi (TI) di instansi Kepolisian Polres Kabupaten Kota dan Polda NTB, selain bertujuan lebih mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat, juga untuk mewujdkan pelayanan publik yang profesional dan transparan serta bebas dari pungutan liar (Pungli).

“Dengan dilaunchingnya pelayanan publik berbasis IT, diharapkan tidak ada prilaku Pungli lagi di Jajaran aparat Kepolisian NTB, sukuri apa yang ada dengan menerapkan prilaku hidup sederhana” kata Kapolda NTB, Umar Septono di Mataram, Selasa (25/10/2016).
Polisi juga diminta bisa banyak belajar dari kehidupan petani maupun nelayanan yang seringkali mengalami kerugian, karena gagal panen akibat kekeringan, tapi tidak mengeluh atau pasrah dan tetap bekerja keras untuk menghidupi keluarga.
Ia mengatakan, sementara Polisi, gaji sudah ada dan jelas tiap bulan, mau banjir, kekeringan atau gagal panen, tetap dapat gajian setiap bulan, itu mestinya bisa disukuri.
“Karena itu melalui sistem berbasis TI sekarang, bagaimana pelayanan publik clear dari pungli, karena seringkali satu yang berbuat bisa merusak institusi polisi, dampak positif polisi berbenah diri, negatifnya, seolah polisi dipersepsikan buruk” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, selain itu mindset masyarakat juga harus bisa dirubah, supaya praktik Pungli, suap maupun korupsi di setiap unit dan layanan publik juga bisa dirubah, mengingat masyarakat terkadang juga ikut berkontribusi munculnya semua praktik tersebut.
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Turmuzi