Sambangi Unair, Dubes Sebut Hubungan Australia-Indonesia Fokus di Pariwisata dan Pendidikan

SENIN, 31 OKTOBER 2016

SURABAYA — Bertemakan ‘Australia-Indonesia Relationship’ yang dibungkus dengan wujud public lecture, Universitas Airlangga mendatangkan Paul Grigson, Duta Besar Australia untuk Indonesia dan Profesor Stephen Smith, mantan Menteri Luar Negeri Australia sebagai pembicara. Acara yang dibuka untuk umum ini, dilaksanakan di Gedung Manajemen-Grand Kahuripan Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Dalam materinya, Paul Grigson menjelaskan mengenai hubungan Australia dengan Indonesia yang terfokus pada bidang pariwisata dan pendidikan. Dia mengatakan, sekitar 950 – 1 juta wisatawan asing mengunjungi pulau dewata. Sedangkan selain Bali, tempat kedua yang banyak menjadi tujuan wisatawan asing ke Indonesia ialah Pulau Lombok. “Sekitar 190 ribu wisatawan jumlahnya yang datang ke Lombok,” ujarnya.
Khusus untuk Wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia tepatnya di Daerah Riau jumlahnya kurang lebih 30 ribu wisatawan. Sedangkan untuk orang Indonesia yang berkunjung ke Australia pengurusan visanya mengalami peningkatan 30 persen. 
“Harapannya kunjungan wisatawan Indonesia ke Australia mengalami peningkatan yakni mencapai 200 ribu kunjungan,” katanya.
Berbicara mengenai pendidikan, Paul Grigson menjelaskan bahwa hubungan Australia dengan Indonesia di bidang pendidikan terjalin sangat baik. 
“Buktinya menurut survei, mahasiswa Indonesia yang melakukan studi ke Universitas-universitas di Australia semenjak 25 tahun terakhir mengalami peningkatan hingga 440 persen,” tegasnya.
Hal ini, lanjutnya, bisa dikatakan lebih baik dibanding prosentase mahasiswa Indonesia yang melakukan studi ke Amarika Serikat yang pada 25 tahun terakhir mengalami penurunan 12 persen. 
“Kalau ditinjau dari segi biaya pendidikan di Universitas yang ada di Australia dengan yang ada di Amerika, di Australia lebih terjangkau 50 persen dari pada di Amerika,” ujarnya.
“Kalau di Amerika biayanya bisa mencapai 61 Dolar Australia. Sedangkan di Australia hanya kurang lebih 31 Dolar Australia,” tandasnya.
Di samping itu, Rektor Universitas Airlangga, Profesor Mohammad Nasih mengatakan, Duta Besar Paul Gridson menyambangi Unair dalam rangka sosialisasi dan kerjasama di bidang pendidikan.
 “Kedepan kita harus terus bekerjasama, sehingga bisa didorong adanya join degree dan join research. Hasilnya nanti kualitas pendidikan yang ada di Indonesia dengan Australia tidak terlalu berbeda jauh,” ujarnya.
Mohammad Nasih menambahkan, mahasiswa dan dosen Unair yang sudah lulus dari berbagai universitas di Australia dan sekarang bekerja di Unair jumlahnya 77 orang. “Kalau yang masih studi di sana masih ada 15 orang,” tegasnya.

Jurnalis : Nanang WP / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Nanang WP

Lihat juga...