RABU, 26 OKTOBER 2016
SUMENEP — Rendahnya harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada saat panen raya garam disinyalir akibat maraknya garam impor. Hal tersebut sangat mempengaruhi terhadap harga di dalam negeri.
Apabila pemerintah tidak melakukan penyetopan terhadap adanya garam impor, keberadaan petani garam dari tahun ke tahun akan buruk, karena sangat tidak mungkin harga garam akan tinggi ketika masih terjadi impor garam.
“Rendahnya harga serta minimnya serapan garam rakyat biasanya disebabkan oleh adanya garam impor yang masuk ke Negara ini. Sehingga garam yang dihasilkan petani kebanyakan dipatok dengan harga yang cukup rendah, akhirnya mereka mengalami kerugian yang cukup besar, sebab modal yang mereka keluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperolehnya,” kata Ubaid Amrulloh, Ketua Asosiasi Masyarakat Garam Sumenep, Rabu (26/10/2016).
Disebutkan, kalau ada garam impor yang masuk akan berpengaruh besar terhadap keberadaan harga garam rakyat, sebab kebanyakan perusahaan lebih memilih membeli garam impor.
“Bahkan lebih ironis, ketika garam impor yang masuk cukup banyak garam yang dihasilkan oleh petani tidak ada perusahaan yang hendak membeli,” jelasnya.
Sekedar diketahui harga garam rakyat sampai saat ini masih belum ada perubahan dari sebelumnya, yaitu untuk KW 1 harganya hanya Rp. 500 per Kilo gram dan KW 2 harganya sebesar Rp. 450 per Kilo gram.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul