Porseni Lintas Agama Cara Pemuda Panutan Peringati Sumpah Pemuda

KAMIS, 27 OKTOBER 2016

LAMPUNG — Beragam kegiatan dilakukan oleh pemuda Desa Panutan Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Menurut salah satu anggota panitia,  John Conis, kegiatan bertajuk Pekan Olahraga Seni (Porseni) Lintas Agama dan Pelajar tersebut diselenggarakan sejak tanggal 23 Oktober dan puncaknya akan ditutup pada tanggal 28 Oktober bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88. 
Antusiasme peserta yang diikuti oleh berbagai unsur lintas agama tersebut menurut John Conis berangkat dari keprihatinan semakin menipisnya nasionalisme di kalangan anak muda, sehingga Orang Muda Katolik (OMK) Panutan Paroki Pringsewu berkoordinasi dengan instansi yang melibatkan semua agama sepakat menyelenggarakan kegiatan Porseni tersebut.
Porseni yang diikuti oleh berbagai perwakilan siswa sekolah dari tingkat SMP, SMA, Mahasiswa, organisasi kemasyarakatan lintas agama tersebut merupakan upaya membangkitkan jiwa nasionalisme yang digagas oleh para generasi bangsa saat mencetuskan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. 
Ia menyebutkan, saat ini perlu kembali meningkatkan kualitas anak muda yang berbudaya dan melakukan kegiatan berkualitas sebagai anak bangsa. Sebagai wujudnya beberapa kegiatan lomba dilakukan diantaranya lomba olahraga yang mencerminkan kebersamaan, nasionalisme, lomba cipta lagu daerah yang menjadi cerminan mencintai kebudayaan sendiri khususnya budaya Lampung.
“Selain itu pastinya ada kegiatan lomba band lagu lagu daerah dan lagu lagu perjuangan nasional karena pemuda pemuda kita sangat kreatif dan harus mendapat sebuah sarana untuk mengaktualisasikan diri bentuknya ya dengan Porseni ini, bukan menang atau kalah tujuannya tapi bentuk kepedulian pemuda Indonesia di wilayah Pringsewu di zaman modern ini,”sebut John Conis kepada Cendana News, Kamis petang (27/10/2016).
Ia mengaku beberapa perlombaan olahraga yang diikuti oleh ratusan peserta diantaranya lomba futsal, beberapa perlombaan lain yang diikuti oleh pelajar dari beberapa sekolah. Meski kegiatan yang digagas oleh pemuda Panutan tersebut baru pertama kali diselenggarakan namun semua pihak mengaku optimis kegiatan tersebut masih bisa dilakukan pada tahun tahun berikutnya dengan konsep yang lebih baik. Meski diikuti oleh berbagai sekolah dengan berbagai latar belakang ungkap John merupakan semangat dari keberagaman dan pluralisme yang digagas oleh para pencetus “Soempah Pemoeda” yang digagas tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan.
John mengungkapkan di zaman yang lebih modern ini para pemuda harus banyak belajar dari semangat para pemuda di zaman pergerakan sebelum kemerdekaan yang menjunjung tinggi persatuan yang dikenal dengan sumpah pemuda tersebut. Pada puncak peringatan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 esok menjadi momentum bagi pemuda Pringsewu untuk menjunjung tinggi nilai nilai persatuan berbangsa dan bernegara tanpa memandang status dan asal usul.
Sebagai gambaran rasa nasionalisme dan kebangsaan dalam Porseni lintas agama dan pelajar tersebut diikuti berbagai agama diantaranya, Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik. Beberapa sekolah di Pagelaran yang diantaranya Xaverius, Muhamadiyah serta sekolah sekolah yang memiliki ciri khas agama terlihat berbaur tanpa memandang perbedaan. Sikap dukungan dari pemerintah daerah juga menurut John sangat positif terhadap pemuda yang melakukan kegiatan Porseni lintas agama dan pelajar tersebut.
John mengungkapkan pada puncak penutupan Porseni Lintas Agama dan Pelajar tersebut juga akan ditampilkan keberagaman Indonesia yang menjadi ide dan gagasan dalam persatuan di Indonesia. Selain pemberian hadiah bagi para peserta lomba lomba yang digelar selama kegiatan Porseni, puncak malam Sumpah Pemuda juga akan diisi dengan renungan terhadap perjuangan para pendahulu dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa hingga melahirkan Sumpah Pemuda.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...