BERITAFOTO — Petani di wilayah pedesaan dalam beberapa bulan terakhir mengeluhkan tentang hasil pertanian yang memiliki nilai jual cukup rendah diantaranya singkong, jagung, gabah yang harganya justru anjlok saat memasuki masa panen. Anjloknya harga hasil pertanian tersebut selain karena melimpahnya hasil pertanian juga permainan para spekulan bidang pertanian yang mempermainkan harga sehingga merugikan kaum petani terutama di wilayah pedesaaan. Anjloknya harga hasil pertanian tersebut mengakibatkan kerugian tak sedikit bagi para petani akibat biaya operasional tak bisa ditutupi dengan hasil penjualan. Meski demikian ide ide kreatif dalam pengolahan hasil pertanian menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih baik merupakan upaya kreatif yang memerlukan peran para perempuan di pedesaan.
Peran perempuan dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan yang diolah secara kreatif tersebut terlihat di Desa Tanjungsari Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Berbekal dengan keahlian sederhana dan modal secukupnya perempuan di desa tersebut mengolah hasil pertanian diantaranya jagung, pisang, singkong menjadi produk olahan makanan tradisional yang digemari masyarakat. Misniati (62) dan Sumini (34) merupakan perempuan perempuan kreatif yang tak mau berdiam diri melihat sang suami mengeluhkan harga jagung dan singkong yang murah. Keduanya pun sepakat mengolah hasil pertanian jagung dan singkong tersebut menjadi keripik dan marning, camilan tradisional yang harganya jauh lebih baik dibandingkan dengan harga jagung yang belum diolah.
Ketelatenan dan peran perempuan yang memiliki jiwa wirausaha menjadi salah satu solusi kreatif menekan kerugian disaat harga harga produk pertanian menurun. Hasil pengolahan produk pertanian tersebut selanjutnya dititipkan di warung warung tradisional yang digemari dengan menambah rasa yang lezat diantaranya rasa gurih, balado, rasa pedas dan berbagai rasa lainnya. Kedua perempuan tersebut mengaku usaha yang dilakukan tak lebih dari menekan kerugian akibat anjloknya harga hasil pertanian. Pengolahan produk turunan yang bernilai lebih dari sekedar menjual saat paska panen hasil pertanian membuat keduanya masih bisa mengepulkan asap dapur.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengangkat derajat para petani diantaranya dengan memperhatikan harga pokok pembelian hasil pertanian diantaranya jagung dan singkong. Permainan pengusaha besar yang menentukan harga berdasarkan faktor faktor tertentu mau tak mau membuat petani selalu menjadi pihak yang rugi. Alternatif yang dilakukan justru tumbuh dari pedesaan pedesaan yang melahirkan ide ide kreatif dengan melakukan pengolahan. Tanpa pendampingan dan tanpa bantuan modal tak menyurutkan perempuan perempuan kretif tersebut mengolah produk pertanian untuk menyiasati anjloknya harga hasil pertanian.
Proses pengolahan dengan menggunakan alat sederhana, cara manual menjadi sebuah kesibukan di sela sela merawat anak anak dan suami. Sebuah kegigihan perempuan perempuan di desa yang berniat meningkatkan nilai jual dari produk pertanian menjadi barang yang lebih bernilai jual tinggi. Keripik pisang, keripik singkong, marning jagung menjadi produk turunan hasil pertanian yang diolah sedemikian rupa sehingga lebih mudah dijual dibandingkan dijual saat dalam kondisi mentah. Keterbatasan tidak menghalangi dan berusaha mencari pihak pihak lain untuk memasarkan produk menjadi semangat yang tak pada, diantaranya warung warung di sekolah sekolah dan juga warung desa. Kesibukan para perempuan kreatif tersebut terekam dalam kamera Cendana News berikut dalam proses pengolahan produk pertanian.