Meningkatnya Penyalahgunaan Obat, Apoteker Sikka Lakukan Sosialisasi di SMK John Paul

SABTU, 29 OKTOBER 2016

MAUMERE – Dewasa ini, banyak kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di kabupaten Sikka mulai dari keracunan, overdosis, sampai kepada kasus yang berujung pada kematian.Masyarakat Sikka belum dampak negatif dari penggunaan obat.
Demikian disampaikan ketua Ikatan Apoteker Indonesia kabupaten Sikka  Farnsiska S.N. Rusli ,Ssi,Apt kepada Cendana News saat sosialisasi di SMK John Paul II Maumere, Sabtu (29/10/2016).
“Kami lakukan penyuluhan kesehatan dengan tema DAGUSIBU, dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat dengan benar, “ terangnya.
Ditambahkannya, kasus penyalahgunaan obat terbesar terjadi pada anak-anak SMA yang banyak mengkonsumsi obat keras sehingga apoteker Sikka metasa penting melakukan sosialisasi kepada para pelajar.
Kegiatan ini juga sambung Fransiska, sebagai salah satu syarat pengabdian masyarakat yang harus dipenuhi apoteker untuk memperpanjang surat ijin praktek.Apoteker harus mengumpulkan 150 Satuan Kredit Pembelajaran (SKP).
Diterangkannya, dari 150 point yang dikumpulkan sselama 5 tahun tersebut 75 SKP merupakan pengabdian masyarakat dan setengahnya lagi pembelajaran yang didapat dari seminar, workshop, lokakarya dan lainnya.
“Selain penjelasan terkait obat, kami juga sekalian menjelaskan tentang profesi apoteker yang belum banyak diketahui masyarakat,” paparnya.
Alfonsa Saverina Novi dan Fransiska Yolin Florensi siswi kelas XI Bahasa yang ditemui Cendana News usai sosialisasi mengaku sangat terbantu dan mendpaat pengetahuan baru terkait dengan obat.
Selama ini kata Novi, obat sirup yang sudah dibuka tutupnya dan dipergunakan tetap disimpan untuk dipakai lagi nantinya padahal seharusnya dibuang karena sudah terkontaminasi dengan udara yang mengandung kuman.
“Kami juag jadi tahu efek samping yang timbul bila salah meminum obat dan pemakaiannya tidak sesuai dosis,” tutur Yolin.
Disaksikan Cendana News, dari 43 anggota Ikatan Apoteker Indonesia cabang Sikka hanya 18 apoteker yang terlibat dalam kegiatan ini sebab para apoteker yang bekerja di 3 rumah sakit di Maumere sedang ada kegiatan.
Sosialisasi dilakukan pada setiap kelas dan berlangsung selama minimal 30 menit. Usai selesai di satu kelas, para apoteker berpindah ke kelas lainnya hingga semua murid sekolah  di SMK Johan Paul terlayani.


Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...