LOMBOK UTARA — Kerusakan yang terjadi di sejumlah kawasan hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak saja menyebabkan semakin banyaknya mata air hilang dan mengakibatkan terjadinya kekeringan, tapi juga mengancam hewan yang hidup di kawasan hutan,
Kawasan Hutan Pusuk Lestari, Kabupaten Lombok Utara (KLU) misalkan, ratusan ekor monyet yang mendiami kawasan hutan tersebut terancam punah, karena kawasan hutan tempat mereka tinggal dan mencari makan mulai dirambah oleh masyarakat.
“Populasi monyet yang mendiami kawasan hutan pusuk sekarang sangat sedikit, berbeda dengan tahun sebelumnya, tidak tau apa penyebabnya, mungkin disebabkan karena kawasan hutan tempat mereka tinggal mulai diganggu” kata Susan, Warga Kelurah Rembiga, Kota Mataram kepada Cendana News, Sabtu (22/10/2016).
Susan mengatakan, dulu sekitar tahun 2005 sepanjang jalan kawasan hutan pusuk Lestari KLU banyak dipenuhin ratusan ekor monyet, terutama pada pagi dan menjelang sore, sekedar main – main maupun menunggu dilemparkan makanan oleh warga atau wisatawan yang hendak berlibur ke Gili Terawangan.
Tapi setelahnya, populasi monyet cenderung semakin sedikit, kerusakan kawasan hutan diduga menjadi salah satu penyebabnya.
“Saya biasanya kalau melewati kawasan pusuk lestari KLU selalu menyempatkan mampir di puncak, memberi makanan monyet yang bermain di pinggiran jalan kawasan puncak pusuk Lestari” jelasnya.
Hendri, warga Desa Pemenang Lombok Utara menambahkan, selain warga, kawasan puncak hutan Pusuk Lestari juga banyak disinggahi wisatawan, baik sekedar menikmati pemandangan alam pegunungan maupun memberikan monyet makanan maupun buah-buahan.
“Harus diselamatkan, kalau tidak monyet yang masih ada sekarang akan mengalami kepunahan, karena kerusakan kawasan hutan oleh tangan sejumlah kelompok masyarakat tidak bertanggung jawab melakukan perambahan dan pengerusakan kawasan hutan” pungkasnya.