KAMIS, 20 OKTOBER 2016
SUMENEP — Impian petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapatkan hasil dari tanaman tembakau rupanya pupus. Beberapa tahun terakhir harga tanaman yang dikenal dengan ‘Daun Emas’ tersebut tidak sesuai harapan. Penghasilan yang diperoleh petani tidak sesuai dengan biaya modal yang dikeluarkan, akibatnya mereka harus menanggung kerugian yang cukup besar.

Para petani hanya bisa berharap kedepan harga tembakau yang ada di ujung timur Pulau Madura ini mengalami peningkatan, supaya tanaman musiman itu bisa dijadikan tempat mereka untuk mencari penghasilan yang menjanjikan guna bisa memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya. Sebab meskipun harga tembakau sekarang lebih mahal dibanding dengan beberapa tahun silam, namun pada waktu itu kondisi masih stabil, sehingga kebutuhan pokok masih serba murah.
“Kalau sekarang ini memang harga tembakau lumayan mahal, tetapi barang-barang kebutuhan juga mahal, sehingga dari hasil panen tembakau yang kami peroleh sangat sedikit. Makanya dulu kalau petani sudah panen tembakau pasti beli sesuatu, seperti emas, sapi dan sepeda motor. Namun sekarang itu sudah tidak ada lagi, sebab hasil tembakau yang kita peroleh hanya untuk modal saja,” kata Wardi (50), salah seorang petani di Kabupaten Sumenep, Kamis (20/10/2016).
Disebutkan, tanaman tembakau kini sudah tidak bisa lagi diharapkan, apalagi musim kali ini ditambah dengan kondisi cuaca yang sangat tidak memungkinkan membuat tanaman tembakau milik petani tersebut banyak mengalami gagal panen. Mereka mengalami kerugian, sebab modal yang dikeluarkan sejak awal proses tanam hingga hampir panen tidak kembali sama sekali, sehingga petani hanya pasrah melihat kondisi tanaman garapannya mengering tanpa dipanen.
“Kami sebenarnya sangat menginginkan kejayaan tembakau seperti beberapa tahun silam, maka agar bisa seperti itu harga tembakau harus mengalami peningkatan. Sehingga petani bisa menikmati hasil tembakau yang cukup menjanjikan,” jelasnya.
Tetapi pada musim kali ini, tembakau tidak lagi bisa diharapkan, karena kondisi kemarau basah membuat tanaman petani banyak mengalami gagal panen. Bahkan gudang pembelian tembakau juga tutup setelah mulai turun hujan, sehingga harga tembakau di kalangan petani menurun drastis yakni, harnya berkisar di harga antara Rp. 15.000 – Rp. 25.000 per kilogram, padahal waktu gudang masih melakukan pembelian, harga tembakau berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 45.000 per kilogram.

Bagi petani di daerah ujung timur Pulau Madura, tembakau merupakan tanaman musiman yang pernah mengalami harga keemasan, sehingga banyak petani yang meraup keuntungan melimpah dari tanaman musiman tersebut. Namun sejak beberapa tahun terakhir, tanaman yang dikenal daun emas itu tidak lagi mampu memberikan hasil yang menjanjikan.
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul