Gangguan Cuaca Hambat Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

KAMIS, 27 OKTOBER 2016

LAMPUNG — Hujan yang mengguyur wilayah Lampung dan sekitarnya sejak sebulan terakhir mengakibatkan pelaksanaan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengalami hambatan. Humas PT Pembangunan Perumahan (PP), Yus Yusuf mengungkapkan hambatan terutama pada proses pembersihan lahan (land clearing) serta proses pengerjaan pembangunan tiang pancang jalan layang, terowongan serta fasilitas pendukung lain yang dikerjakan oleh PT PP beserta beberapa perusahaan konsorsium pengerjaan jalan tol Trans Sumatera. Akibat hujan deras yang mengguyur di beberapa titik diantaranya STA 005, STA 007, mengalami hambatan akibat alat berat tidak bisa dioperasikan dengan kondisi medan pengerjaan yang berair, berlumpur sehingga pekerja harus berhenti sementara menunggu kondisi cuaca membaik.
Ruas Tol Trans Sumatera yang sudah dikerjakan diantaranya JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar yang sebagian sudah memasuki proses pembersihan lahan, pembebasan lahan, pembangunan beberapa perlintasan dengan Jalan Lintas Sumatera.  Yang sudah dikerjakan antara lain di STA 007 di Desa Hatta dan STA 00 yang merupakan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Proses pengerjaan di STA 00 diantaranya harus mengerahkan alat pompa air akibat hujan yang terus mengguyur di wilayah tersebut sehingga proses konstruksi tiang pancang yang akan dijadikan jalan layang menuju dermaga VII Bakauheni sempat terhenti.
“Target untuk penyelesaian JTTS paket 1 Bakauheni ke Sidomulyo seharusnya secepatnya dikerjakan namun sebagian harus dihentikan ketika kondisi hujan. Selain membahayakan aktifitas alat berat akses ke sejumlah titik tidak bisa dilakukan karena jalan licin,”ungkap Yus Yusuf.
Akibat hujan sebagian kendaraan pengangkut material tanah berupa dum truk, alat berat bahkan hanya terparkir di Desa Hatta akibat tidak beraktifitas. Sebagian kendaraan bahkan terpaksa terparkir di tempat parkir PT LMA (Lancar Jaya Mandiri Abadi), sub kontraktor dalam proses pembangunan Tol Trans Sumatera di Kampung Jering. Meski demikian pekerja proyek melanjutkan pengerjaan land clearing saat cuaca membaik dan bahkan bekerja hingga malam hari. Sebagian alat berat yang masih nekat bekerja bahkan mengalami kesulitan dalam proses pembersihan lahan akibat kendaraan yang terhambat oleh kondisi alam tersebut.
Selain hambatan cuaca, progress pembangunan JTTS di ruas Bakauheni-Terbanggibesar berdasarkan pantauan Cendana News khususnya di paket 1 Bakauheni-Sidomulyo hingga kini masih mengalami hambatan dalam proses pembebasan lahan. Bahkan di Dusun PKS Desa Penengahan Lampung Selatan yang berada di STA 009 sekitar 50 warga masih melakukan penolakan terhadap proses ganti rugi lahan akibat status tanah yang masih tumpang tindih terkait status kepemilikan. Tanah yang ditempati warga merupakan tanah milik Kementerian Kehutanan namun warga bersikeras menolak ganti rugi lahan jika tanah yang mereka tempati tidak mendapat uang ganti rugi dan hanya dibayar tanam tumbuh dan bangunan.
Sebagian besar warga bahkan sepakat melakukan penolakan saat pihak panitia pengadaan tanah tol dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pihak Kementerian Kehutanan. Mentahnya proses negosiasi dengan warga dan pihak panitia pengadaan jalan tol Sumatera berimbas proses pengerjaan jalan tol Sumatera dipastikan akan molor meski direncanakan JTTS tersebut selesai sebelum pelaksanaan Asian Games di palembang pada tahun 2018. Selain itu beberapa ruas yang sudah dibebaskan masih terjadi penolakan diantaranya di Dusun Cilamaya, Desa Tetaan yang belum sepakat akan besaran uang ganti rugi.
Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Bandarlampung-Terbanggibesar sepanjang 140,938 kilometer dilakukan oleh konsorsium BUMN diantaranya PT Hutama Karya (persero) selaku BAdan Usaha Jalan Tol (BUBJT) dan pimpinan proyek, PT Pembangunan Perumahan (PP) PT Waskita Karya , PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya melalui skema penugasan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : Irvan Sjafari / Foto : Henk Widi

Lihat juga...